Selasa, 08 Februari 2011

MENSYUKURI NIKMAT

Dan ingatlah Tuhanmu memaklumkan, " Sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tewtapi jika kamu ingkar maka pasti azabKu sangat berat". (QS Ibrahim 14)



Mensyukuri nikmat bukanlah hanya sekedar berucap Alhamdulillah atas nikmat yg kita peroleh tetapi perlu dilengkapi dengan perbuatan sebagai pembuktani dari ucapan kita tersebut ya nga?

Kita berucap Alhamdulillah saat memperoleh rezeki berupa harta taruhlah uang misalnya untuk selanjutnya kita harus mulai harus sadar uang tsb tak sepenuhnya milik kita tetapi ada sebagian yg lain yang bukan menjadi milik kita,walau sekikir-kikirnya kita harus sesegera mungkin menghitung jika sudah waktunya berapa besar harus kita serahkan/kembalikan kepada pemiliknya yaitu berupa zakat, akan lebih baik lagi jika kita menerima nikmat rezeki beruapa uang langsung kita sisihkan kepada orang lain yg membutuhkan berupa infak atawapun sodakoh setuju khan?

Selanjutnya kitapun suka berkata Alhamdulillah saya sehat, baik waktu kita ditanya sahabat atau kerabat dekat atau hanya sekedar ucapan pembuka pada sebuah acara, untuk kemudian apakah kita telah benar-benar mensyukiri nikmat sehat itu sesuai dengan kehendakNya, membagi kesibukan tidak hanya untuk kepentingan duniawi misalnya saat sibuk bekerja, atau asik sedang menikmadi hobikita lalu datang panggilan untuk menghadap beribadah kepadaNya dapatkah kita langsung datang menghadap tidak berkata ntar sedikit lagi, masih tanggung atau berkata masih banyak waktu .atau

mungkin juga kita tidak memperhatikan konsumsi makanan kita yang diperintahkan tuk " memakan makanan yang halal dan baik" bukan makanan yang hanya halal saja atau yang baik saja.

Itu hanya nikmat sehat secara menyeluruh belum lagi secara terperinci misalnya penglihatan, pendengaran dan yg lainnya semuanya perlu kita syukuri dengan cara mengikuti petunjukNya bukan semau kita sendiri.

Berikut ini sebuah kisah bagaimana akibat dari seseorang yang pandai mensyukuri nikmat dan yang kufur nikmat yang Insyaallah dapat kita jadikan sebagai pedoman kita.



Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

إن ثلاثة من بني إسرائيل : أبرص وأقرع وأعمى، فأراد الله أن يبتليهم، فبعث إليهم ملكا، فأتى الأبرص، فقال : أي شيء أحب إليك ؟ قال : لون حسن، وجلد حسن، ويذهب عني الذي قذرني الناس به، قال : فمسحه، فذهب عنه قذره، فأعطي لونا حسنا وجلدا حسنا، قال : فأي المال أحب إليك ؟ قال : الإبل أو البقر – شك إسحاق – فأعطي ناقة عشراء، فقال : بارك الله لك فيها، قال : فأتى الأقرع، فقال : أي شيء أحب إليك ؟ قال : شعر حسن، ويذهب عني الذي قذرني الناس به، فمسحه فذهب عنه قذره، وأعطي شعرا حسنا، فقال : أي المال أحب إليك ؟ قال : البقر أو الإبل، فأعطي بقرة حاملا، قال : بارك الله لك فيها، فأتى الأعمى، فقال : أي شيء أحب إليك ؟ قال : أن يرد الله إلي بصري فأبصر به الناس، فمسحه فرد الله إليه بصره، قال : فأي المال أحب إليك ؟ قال : الغنم، فأعطي شاة والدا، فأنتج هذان وولد هذا، فكان لهذا واد من الإبل، ولهذا واد من البقرن ولهذا واد من الغنم.

“Sesungguhnya ada tiga orang dari bani Israil, yaitu : Penderita penyakit kusta, orang berkepala botak, dan orang buta. Kemudian Allah Subhanahu wata’ala ingin menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka seorang malaikat.

Maka datanglah malaikat itu kepada orang pertama yang menderita berpenyakit kusta dan bertanya kepadanya : “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan ?”, ia menjawab : “Rupa yang bagus, kulit yang indah, dan penyakit yang menjijikkan banyak orang ini hilang dari diriku”. Maka diusaplah orang tersebut, dan hilanglah penyakit itu, serta diberilah ia rupa yang bagus, kulit yang indah, kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya : “Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi ?”, ia menjawab : “unta atau sapi”, maka diberilah ia seekor onta yang sedang bunting, dan iapun didoakan : “Semoga Allah memberikan berkahNya kepadamu dengan onta ini.”

Kemudian Malaikat tadi mendatangi orang kepalanya botak, dan bertanya kepadanya :“Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan ?”, ia menjawab :“Rambut yang indah, dan apa yang menjijikan dikepalaku ini hilang”, maka diusaplah kepalanya, dan seketika itu hilanglah penyakitnya, serta diberilah ia rambut yang indah, kemudian malaikat tadi bertanya lagi kepadanya : “Harta apakah yang kamu senangi ?”. ia menjawab : “sapi atau onta”, maka diberilah ia seekor sapi yang sedang bunting, seraya didoakan : “Semoga Allah memberkahimu dengan sapi ini.”

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang buta, dan bertanya kepadanya : “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?”, ia menjawab : “Semoga Allah berkenan mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang”, maka diusaplah wajahnya, dan seketika itu dikembalikan oleh Allah penglihatannya, kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya : “Harta apakah yang paling kamu senangi ?”, ia menjawab : “kambing”, maka diberilah ia seekor kambing yang sedang bunting.

Lalu berkembangbiaklah onta, sapi dan kambing tersebut, sehingga yang pertama memiliki satu lembah onta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.



Sabda Nabi Shallallahu’alaihi wasallam berikutnya :

ثم إنه أتى الأبرص في صورته وهيئته، قال : رجل مسكين قد انقطعت بي الحبال في سفري، فلا بلاغ لي اليوم إلا بالله ثم بك، أسألك بالذي أعطاك اللون الحسن والجلد الحسن والمال، بعيرا أتبلغ به في سفري، فقال : الحقوق كثيرة، فقال له : كأني أعرفك ! ألم تكن أبرص يقذرك الناس، فقيرا فأعطاك الله U المال ؟ فقال: إنما ورثت هذا المال كابرا عن كابر، فقال : إن كنت كاذبا فصيرك الله إلى ما كنت. قال : وأتى الأقرع في صورته، فقال له : مثل ما قال لهذا، ورد عليه مثل ما رد عليه هذا، فقال : إن كنت كاذبا فصيرك الله إلى ما كنت. قال : وأتى الأعمى في صورته فقال : رجل مسكين وابن سبيل قد انقطعت بي الحبال في سفري، فلا بلاغ لي اليوم إلا بالله ثم بك، أسألك بالذي رد عليك بصرك شاة أتبلغ بها في سفري، فقال : قد كنت أعمى فرد الله إلي بصري، فخذ ما شئت، ودع ما شئت، فوالله لا أجهدك اليوم بشيء أخذته لله، فقال : أمسك مالك، فإنما ابتليتم، فقد رضي الله عنك وسخط على صاحبيك. أخرجاه.

Kemudian datanglah malaikat itu kepada orang yang sebelumnya menderita penyakit kusta, dengan menyerupai dirinya disaat ia masih dalam keadaan berpenyakit kusta, dan berkata kepadanya : “Aku seorang miskin, telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga tidak akan dapat meneruskan perjalananku hari ini kecuali dengan pertolongan Allah, kemudian dengan pertolongan anda. Demi Allah yang telah memberi anda rupa yang tampan, kulit yang indah, dan kekayaan yang banyak ini, aku minta kepada anda satu ekor onta saja untuk bekal meneruskan perjalananku”, tetapi permintaan ini ditolak dan dijawab : “Hak-hak (tanggunganku) masih banyak”, kemudian malaikat tadi berkata kepadanya : “Sepertinya aku pernah mengenal anda, bukankah anda ini dulu orang yang menderita penyakit lepra, yang mana orangpun sangat jijik melihat anda, lagi pula anda orang yang miskin, kemudian Allah memberikan kepada anda harta kekayaan ?”, dia malah menjawab : “Harta kekayaan ini warisan dari nenek moyangku yang mulia lagi terhormat”, maka malaikat tadi berkata kepadanya :“jika anda berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan anda kepada keadaan anda semula”.

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya berkepala botak, dengan menyerupai dirinya disaat masih botak, dan berkata kepadanya sebagaimana ia berkata kepada orang yang pernah menderita penyakita lepra, serta ditolaknya pula permintaanya sebagaimana ia ditolak oleh orang yang pertama. Maka malaikat itu berkata : “jika anda berkata bohong niscaya Allah akan mengembalikan anda seperti keadaan semula”.

Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya buta, dengan menyerupai keadaannya dulu disaat ia masih buta, dan berkata kepadanya : “Aku adalah orang yang miskin, yang kehabisan bekal dalam perjalanan, dan telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga kau tidak dapat lagi meneruskan perjalananku hari ini, kecuali dengan pertolongan Allah kemudian pertolongan anda. Demi Allah yang telah mengembalikan penglihatan anda, aku minta seekor kambing saja untuk bekal melanjutkan perjalananku”. Maka orang itu menjawab :“Sungguh aku dulunya buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Maka ambillah apa yang anda sukai, dan tinggalkan apa yang tidak anda sukai. Demi Allah, saya tidak akan mempersulit anda dengan mengembalikan sesuatu yang telah anda ambil karena Allah”. Maka malaikat tadi berkata : “Peganglah harta kekayaan anda, karena sesungguhnya engkau ini hanya diuji oleh Allah, Allah telah ridho kepada anda, dan murka kepada kedua teman anda”. (Hadits Riwayat. Bukhory dan Muslim).

Selasa, 11 Januari 2011

MEMORI SIKECIL


IBUKU WANITA MULIA

Ibu................................
Mereka bilang Engkau wanita soleha
Engkau taat dalam beribadah
Engkau tak pernah meninggalkan sholat
Engkaupun rajin berpuasa juga puasa sunat

Ibu.................
Mereka bilang Engkau baik
Engkau setia, patuh dan taat pada suami
Engkau sayang pada mertua dan saudara
Engkau berlaku baik pada tetangga

Ibu......
Mereka bilang wajahmu mirip denganku
Mereka bilang Engkau teramat memanjakanku
Mereka bilang Engkau teramat sangat menyayangiku
Mereka juga bilang Engkau tak pernah memarahiku
mereka bilang Engkau selalu menuruti kemauanku

Ibu.........
Ku ingat dikala itu
Ku minta dibelikan sesuatu
Kau katakan ibu Teu aya artos
Tapi ku tak mau mengerti, tak mau tau, dan aku menangis

Ibu.....
Ku ingat juga
Saat ku mengajakmu tidur, ku bilang aku mengantuk
Pada saat itu Kau sedang masak persiapan Idul Fitri
Lalu Kau tidurkan aku diatas meja makan didekatmu memasak

Ibu.....
Aku juga tak mungkin lupa
Aku menangis karena Engkau menggendong putra tetangga belakang rumah
Aku menangis karena aku tak mau Engkau menggendongnya.
Akhirnya engkau mengembalikan anak itu ke ibunya

Ibu......
Aku juga masih ingat saat ku pertama masuk sekolah
Ku ingin kau duduk sebangku denganku, menemaniku
Akhirnya dengan seijin guru sekolah Kaupun bisa duduk disampingku
Menemaniku sampai usai pelajaran sekolah
Dan itu berlangsung tuk jangka waktu yang lama

Ibu..
Satu hal juga yang tak pernah kulupakan
Saat itu Ayah seperti biasanya ba'da magrib mengajariku membaca, menulis dan berhitung
Saat itu seperti biasa Kau juga duduk disamping tuk menemaniku
Saat itu aku agak mengantuk, sampai aku sempat terlelap
Ayah dengan suara agak sedikit keras mengatakan " mau tidur atau Belajar".
Aku langsung menangis dan Kau membelaku
Kau katakan "anak mengantuk kok harus dipaksakan belajar"
dan kau langsung menggendongku kekamar untuk ditidurkan

Ibu
Satu hal lagi tak kan kulupa
Saat itu aku dipercaya menjadi salah satu dari anggota kelompok tari
Dalam rangka mengisi acara perpisahan kakak kelasku
Saat itu aku masih duduk dikelas satu sekolah dasar
Engkau membuatkanku baju seragam tari
Baju itu layaknya melambangkan seekor kupu-kupu
Ya... seperti tarian yang akan kami persembahkan " Kupu-kupu yang lucu"
Entah mengapa Kau merasa baju yang Kau buat itu tak sempurna
Ada yang terbalik menurutmu
Padahal aku merasa baju itu sudah sangat indah
Karena memang baju-bajuku dan kakaku semua hasil karyamu
Satu, dua sampai tiga kali Kau memperbaiki baju itu
Tapi tetap kau merasa ada kesalahan
Sampai Kau merasa capek dan menyerah
Kau katakan " nga apa-apa ya De celananya yang sebelah terbalik, ga kelihatan koq "
ga apa-apa Bu kataku, aku sudah sangat bahagia karena baju itu sedah sangat indah dimataku
Ternyata itu adalah baju karya terakhir darimu untukku

Ibu...
Satu hal lagi yang selalu membayangi dalam ingatanku
Saat itu Kau sakit, tak jelas bagiku apa sakit yang Kau derita
Ayah kemudian membawamu kedakter RS langganan kantor
Oleh dokter Kau disuruh menginap di RS, waktu itu bulan suci Ramadhan
Aku, Kakak dan Ayah selalu menjengukmu diwaktu pagi dan malam hari
Aku merasa sepi karena tidur tak kau temani, dan saat bangun Kaupun tak ada
Aku juga merasa kehilangan karena tidak bisa lagi memperoleh ASI darimu
Ya begitulah aku, walau sudah kelas dua SD masih saja mendapat ASI dari Ibuku
Malam itu seperti biasa setelah berbuka dan sholat magrib kami menjengukmu
Menjelang Isya kita semua pamit
Kau bertanya padaku, " Dede sayang Ibu nga?"
Aku tak mampu menjawab, dalam hatiku berkata tentu saja aku sayang Ibu
Ibuku sepertinya dapat membaca apa yang ada dalam hatiku
Ibu kemudian berkata, Kalau Dede sayang Ibu ciumlah Ibu "
Tentu saja aku segera melakukannya karena aku memang menyayanginya
Kucium pipi Ibuku kemudian Ayah membawa kami pulang
Kupikir belum lama kami pulang,
karena saat itu tetangga baru saja pulang sholat tarawih dari masjid
datang utusan dari rumah sakit mengatakan bahwa Ibuku telah tiada
Ibuku telah dipanggil menghadap Sang Penciptanya


AYAHKU PRAJURIT HEBAT

Langkah itu......
Aku sangat mengenal suara langkah kaki itu
langkah kaki dengan memakai sepatu bot
itulah suara langkah kaki Ayahku
akan pergi ataupun pulang dari dinas

pakaian Ayahku berwarna hijau
dengan ikat pinggang berwarna hitam
memakai sepatu bot juga berwarna hitam
Ayahku juga harus memakai topi untuk melengkapi pakaian dinasnya
Topi itu pernah berbentuk seperti pecis untuk sholat
tapi pernah juga ku melihat bentuknya seperti baret
Ayahku juga selalu membawa senjata

Kuingat saat itu
Ayahku pulang dari dinas yang kurasakan amat lama
Ayahku membelikan aku dan kakak sebuat boneka
Setelah beristirahat sebentar Ayahku mengeluarkan senjatanya
Aku dipanggil dan didudukan disampingnya
Ternyata aku diminta menemaninya membersihkan senjata
Senjata itu cukup panjang sehingga membawanya harus memakai tali yang dikalungkan keleher

Rasanya belum terlalu lama Ayah berasa bersama kami
Ayah kembali harus berkemas
kali ini aku kembali duduk disampingnya
menemaninya membersihkan seluruh peralatan kelengkapan pakaianya
Ayah menyemir sepatunya sampai mengkilat
Ayah juga menyemir ikat pinggangnya sampai mengkilat
Ayah juga harus menyemir tanda di topinya ini juga harus sampai mengkilat
tetapi kali ini senjata yang dibawa Ayah tidak sepanjang kemaren



Tangisan Bangun Tidur

Ibu...ibu....ibu.........
Suara itu terdengar cukup keras untuk bacah seusianya
ibu.....ibu
panggilan itu akan terus dan terus dikumandangkannya

Itulah kebiasaannya
kebiasaan bocah kecil yg berusia balita
kebiasaan yg dilakukannya manakala dia terbangun dari tidur dan tak didapati ibunya disisinya

ya.............bangun sayang ibu sedang didapur,
terdengar dari arah dapur suara merdu seorang ibu
memang waktu itu masih pagi sekali
dan sudah menjadi kebiasaan pula ibunya berada disana menjalani aktivitas rutin mempersiapkan kebutuhan keluarga
untuk suami yg akan berangkat kerja juga tuk anggota keluarga yg lain

Ibu...........ibu
kali ini suaranya berbaur dengan isak tangis
ibu.......huck.......huck
ibu.................

Dari belakang rumah kudengar suara seorang ibu
cubit aja kak ( saran seorang tetangga pada ibuku)
mungkin tetangga itu terganggu mendengar suara panggilan yg disertai tangisanku
maklum waktu itu memang masih pagi, dan boleh jadi tidak hanya dia tapi masih banyak tetangga-tetangga lain yg merasa terusik oleh suaraku

Ibuku hanya tersenyum
Ibuku memang ibu yg super menurutku
super kasih sayangnya, super sabarnya dalam menghadapi kerewelan anak-anaknya khususnya aku
tak pernah sekalipun beliau menjatuhkan tangan pada anak-anaknya walau kerewelan itu selalu dan selalu berulang seperti saat ini.

Dengan agak tergesa-gesa ibuku segera menghampiriku
cep.........cep sayang
udah sini bangun, sambil mengangkat dan menggendongku beranjak dari tempat tidurku menuju kearah dapur untuk melanjutkan aktivitasnya.
Tangis dan panggilankupun seketika langsung terhenti karenanya, ibarat penyakit yg langsung sembuh dengan sekejap karena mendapat obat yg tepat dan mujarab

SAATKU SAKIT

ngik........ ngik.............ngik
terdengar tarikan suara nafasku
rasanya teramat susah bagiku tuk mengambil nafas
kuubah posisi baringku kearah miring kiri tetap saja sulit untuk ku bernafas
kini kucoba berbaring terlentang ternyata tambah sulit
kucoba tuk tengkurap dengan posisi seperti bersujud diwaktu sholat
Alhamdulillah sedikit agak membantu dan aku bisa terlelap
hanya sekejap ya hanya sekejap aku terlelap kemudian terjaga lagi
kuubah lagi posisiku dengan bersandar pada tumpukan bantal
namun aku belum bisa kembali tuk tidur
kucoba menyelimuti tubuhku, membukanya lagi
kemudian berpindah dari satu posisi keposisi lain
dari tempat sisi yg satu kesisi yg lain dari tempat tidurku
kucari dan terus kucari tuk mendapatkan posisi dan tempat yg enak
yang memungkinkan aku bisa sedikit lega dalam bernafas
atau bisa membawaku tertidur walau hanya sekejap
malam sungguh teramat sangat panjang kurasa
begitulah selalu yang kurasa jika penyakit asmaku kambuh

ibuku...
ya ibuku kuyakin beliau orang kedua yang turuT merasakan pederitaanku
setiap aku berpindah posisi baringku beliau turut bangun
saat ku terlentang beliau elus-elus dadaku dengan obat gosok
agar dadaku hangat,agar nafasnya lega itu yang beliau katakan
saat ku ubah posisiku menjadi tengkurap beliaupun kembali terbangun
dan kini gilirang punggungku diusap dengan obat gosok
kala kutari selimutku neliaupun turut membantu
begitupun saat kusingkirkan selimut itu sambil berkata panas ya
begitulah ibuku turut tidak bisa tidur karenaku

saat itu kurasaskan matahari belum lagi terbit
biasanya Ayah dan Ibuku sama-sama mempersiapkan diri tuk membawaku ke klinik
kali ini ayah berkata pada ibuku "saya piket"
ibuku buru-buru bangun karena ayahku akan pergi kekantor lebih awal dari biasanya
ya memang begitu keadaannya kalau piket ayah selalu pergi sebelum matahari terbit
setelah ayahku pergi baru kemudian ibuku mempersiapkan kakaku yang akan pergi sekolah
setelah ayah dan kakaku berangkat barulah aku dan ibu pergi ke klinik dengan menggunakan becak

sampai didepan klinik, ayah sudah menunggu kami
ayah langsung menggendongku dan membawa kami keruang tunggu menanti gilirang periksa
ibu tak perlu mendaftar terlebih dahulu karena ayah telah mengurus semuanya
ketika sampai giliran aku masuk dengan didampingi oleh ayah dan ibuku
dokter memeriksaku dengan teliti mataku, mulutku juga dadaku diperiksa semua
tak ada yg menghawatirkan karena ini memang penyakit yg biasa ku derita dan selalu langsung ditanggapi oleh ayah dan ibuku tuk memberi pertolongan
setelah selesai memeriksa dakter memberikan rssep obat untuk segera diambil
kami kemudian keluar dari ruang dokter,aku dan ibu kembali duduk diruang tunggu sambil menunggu ayah yang menuju ruang apotek tuk mengambil obatku
selesai semuanya kami pulang
walau masih dalam waktu piket tapi ayahku menyempatkan diri mengantar kami pulang
sampai dirumah, ayah membaringkanku disebuah peti yg didalamnya berisikan berbagai jenis peluru.
Ayahku punya peti ini karena ayahku seorang tentara
lebih tepatnya lagi seorang arhanud yg menurut ayah beliau bersama teman-temannya sesama arhanud merupakan tentara yg dipersiapkandan selalu berada pada garis terdepan dalam peperangan saat mempertahankan negara ini
kalau sakit memang aku selalu dibaringkan diatas peti ini karena aku tidak suka berada di tempat tidur
dengan berbaring diatas peti ini aku takkehilangan ibuku
aku bisa melihatnya berbenah rumah, memasak dan lain-lainnya
aku juga bisa melihat kakaku sedang bermain
sedangkan kalau dikamar aku hanya sendiri dan itu membuat penyakitku tambah sulit
selesai membaringkanku,ayah mengusap kepalaku dan berkata padaku danibu tuk pergi kekantor karena memang jam dinasnya belum selesai.

Alhamdulillah seperti biasanya jika sudah kedokter dan minum obat sedikit demi sedikit penyakitku mulai hilang, aku bisa bernafas dengan normal kembali
aku bisa tidur dengan nyenyak
aku bisa bermain kembali
horeeeeeeeeeeeeeeeee aku sudah sembuh

HORE AKU MASUK SEKOLAH

bu, aku sekolah ya
rengekku pada ibuku
belum boleh nak adek masih kecil kata ibuku
itu kakak sudah sekolah, kataku menjawab ibu
iya tapi kakak sudah cukup umurnya sedang adek belum

aku tak putus asa
kali ini aku merengek pada ayahku
yah adek mau sekolah seperti kakak
kakak sudah naik kelas dua masa adek belum boleh sekolah kataku
kali ini aya menyuruhku untuk mencoba gerakan yang biasa diujikan untuk memulai masuk sekolah
coba sekarang adek pegang kuping kiri dengan tangan kanan begini kata ayah ( sambil memberi contoh padaku), jika sampai maka adek sudah bisa masuk sekolah tapi kalau tidak itu berarti belum bisa masuk sekolah.
aku mencoba gerakan yang dicontohkan oleh ayahku dan memang ternyata aku belum bisa memegang kupingku yang berarti aku belum bisa masuk sekolah.

aku tetap merengek
hampir setiap hari aku katakan aku mau sekolah seperti kakak
aku ingin bersekolah dan tetap ingin bersekolah
akhirnya ayah mengatakan, baiklah nanti ayah daftarkan adek masuk sekolah
berdoalah semoga kepala sekolah mau menerima adek menjadi muritnya

tibalah hari yang dijanjikan
ayah dan ibu membawa aku kesekolah dimana tempat kakak juga bersekolah
ayah dan ibu menghadap kepala sekolah untuk mendaftarkan aku
melihat berkas kelengkapan pendaftaran kepala sekolah mengatakan aku belum cukup usia tuk masuk sekolah
tetapi ayah mencoba meyakinkan kepala sekolah
bahwa diriku ingin bersekolah bukan atas kemauan ayah dan ibu
bahwa akulah yang memaksa ayah dan ibu untuk dimasukkan sekolah
akhirnya kepala sekolah mau menerimaku
menjadi murid walau hanya murid percobaan

horeeeeeeeeeeeeee aku bisa sekolah
aku sekolah
aku tak peduli walau hanya murid percobaan
yang penting aku bisa sekolah

Jumat, 26 November 2010

PEKATAAN DALAM ISLAM

Perkataan yg disukai

Qaulan Ma’rufan (Perkataan yg Baik)
sebagaimana firman Allah Swt ‘ Perkataan yang baik dan pemberian maaf[1] lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.’’(QS Al-Baqarah 263)
[1] Perkataan yang baik Maksudnya menolak dengan cara yang baik, dan maksud pemberian ma'af ialah mema'afkan tingkah laku yang kurang sopan dari si penerima.

Qaulan Karimah (Perkataan yg Mulia) perkataan-perkataan yg kita gunakan terhadap orang tua.
“ dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia[1].”(QS Al-Israa’ 23)
[1] Mengucapkan kata Ah kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.

Qaulan Maisura (Perkataan yg pantas)
“ dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, Maka Katakanlah kepada mereka Ucapan yang pantas[1].” (QS Al-Israa’28)
[1] Maksudnya: apabila kamu tidak dapat melaksanakan perintah Allah seperti yang tersebut dalam ayat 26, Maka Katakanlah kepada mereka Perkataan yang baik agar mereka tidak kecewa lantaran mereka belum mendapat bantuan dari kamu. dalam pada itu kamu berusaha untuk mendapat rezki (rahmat) dari Tuhanmu, sehingga kamu dapat memberikan kepada mereka hak-hak mereka.

Qaulan Baligan (Perkataan tepat sasaran) maksudnya jika kita berbicara pada masyarakat biasa maka pergunakanlah kata-kata atau istilah yg bisa mereka mengerti jangan menggunakan istilah yg tidak mereka mengerti, dengan kata lain untuk masyarakat umum pakailah istilah umum sedangkan untuk masyarakat berpendidikan kita bisa sesuaikan dengan pendidikan mereka.
“ Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka…” (QS Ibrahim 4)

Qaulan Baligan ( Perkataan berbekas pada jiwa) maksudnya kata-kata yg kita berikan sesuai dengan permasalahan yg sedang dihadapi
“ mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan Katakanlah kepada mereka Perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.”(QS An-nisa 63)

Qaulan Lainan ( perkataan yg lemah lembut)
” Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut".(QS Thahaa 44)

Perkataan yg bisa menarik.
“ Sesungguhnya seorang hamba niscaya akan berkata dengan ucapan- ucapan yg menarik perhatian akan sesuatu dari keridhaan Allah , dimana sebab-sebab ucapannya itu,Allah mengangkat derajatnya , sesungguhnya seorang hamba niscaya akan berkata dengan ucapan-ucapan yg bisa menarik perhatian akan sesuatu dari kemurkaan Allah dimana sebab-sebab ucapan itu Allah menyebloskan dirinya kedalam neraka jahannam.” (HR Muslim)

PERKATAAN YG TIDAK DISUKAI

Perkataan yg buruk
" Allah tidak menyukai Ucapan buruk[1], (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya[2]. Allah adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (Qs An-nisa 148)
[1] Ucapan buruk sebagai mencela orang, memaki, menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan seseorang, dan sebagainya.
(2] Maksudnya: orang yang teraniaya oleh mengemukakan kepada hakim atau Penguasa keburukan-keburukan orang yang menganiayanya.

Suara yg Kasar
“dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”(QS Lukman 19)

Suara yg Keras
2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu[1], sedangkan kamu tidak menyadari.
[1] Meninggikan suara lebih dari suara Nabi atau bicara keras terhadap Nabi adalah suatu perbuatan yang menyakiti Nabi. karena itu terlarang melakukannya dan menyebabkan hapusnya amal perbuatan.
NUSYUZ ISTRI DAN SUAMI

“ kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[1] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[2]. wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[3], Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[4]. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QSD An-nisa 34)

[1] Maksudnya: tidak Berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.
[2] Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.
[3] Nusyuz: Yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.
[4] Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.

"dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz[1] atau sikap tidak acuh dari suaminya, Maka tidak mengapa bagi keduanya Mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya[2], dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir[3]. dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan."(QS An-nisa 128)

[1) Nusyuz: Yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya. nusyuz dari pihak suami ialah bersikap keras terhadap isterinya; tidak mau menggaulinya dan tidak mau memberikan haknya.
[2] Seperti isteri bersedia beberapa haknya dikurangi Asal suaminya mau baik kembali.
[3] Maksudnya: tabi'at manusia itu tidak mau melepaskan sebahagian haknya kepada orang lain dengan seikhlas hatinya, Kendatipun demikian jika isteri melepaskan sebahagian hak-haknya, Maka boleh suami menerimanya.

Selasa, 23 November 2010

C I N T A

Cintaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
itu anugerah
itu suatu kegembiraan
itu suatu yg dapat memberikan kebahagiaan
yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
itu semua jika dan hanya jika
kau bisa merasakan
kau bisa mendapatkannya
kau bisa memeliharanya

cinta
bisa bikin kau susah
bisa bikin kau merana didunia
bisa juga bikin kau sengsara dihari akhir nanti
ini terjadi kareena............
kau salah dalam mencintai atau
kau tak bisa menjaga cintamu


lalu.................
inginkah kau mengetahui
cinta yg dapat memberikan kebahagian
cinta yg mendatangkan kesengsaraan

Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman : “Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku” (H.R. Muslim)

“Allah swt berfirman, “pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku” (Hadits Qudsi)

Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya malaikat berkata,
“Kau mau kemana ?”
Ia menjawab, “Aku ingin mengujungi saudaraku di desa ini”
Malaikat terus bertanya, “Apakah kamu akan memberikan sesuatu pada saudaramu ?”
Ia menjawab, “Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT”
Malaikat berkata, “Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya” (H.R. Muslim)

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).(2:165)

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).(3:14)

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(3:31)

Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.(5:54)

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(9:24)

Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.(16:107)

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,(49:7)

(Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

ya.........
cinta yang benar
canta yang dapat mendatangkan kebahagiaan
adalah cinta kepada Allah Swt dan Rasul-Nya lebih dari segalanya
cinta kepada keimanan
cinta kepada sesama hanya semata-mata karena Allah Swt

adapun cinta yg salah
cinta yg akan mendatangkan kesengsaraan
jika kau mencintai kehidupan dunia lebih dari kehidupan akhirat
kau mencintai orang tua, anak istri, sanak keluarga dan harta melebihi Allah Swt dan Rasul-Nya atau mencintai sesembahan yg lain seperti cintamu kepada Allah
atauuu kau mencintai sesamamu bukan karena Allah

Berikut kisah bagaimana seorang hamba lebih mencintai Allah N Rasulnya dibanding yg lain
Di riwayatkan di dalam riwayat yang tsiqah ketika salah satu wanita Bani Dinar yang saat Rasul shallallahu 'alaihi wasallam pulang dari peperangan maka dikatakan kepada ibu – ibu itu :
“wahai ibu suamimu wafat…” Maka berkata ibu itu :

مَا أَخْبَرَ رَسُوْلُ الله...؟

(Rasulullah kabarnya bagaimana?)

Dia lebih mencintai Rasul shallallahu 'alaihi wasallam dari yang lainnya,

maka datang orang ke dua :
“wahai ibu sabar suamimu wafat anakmu juga wafat”
Ibu itu berkata :

مَا أَخْبَرَ رَسُوْلُ الله...؟

(Rasulullah kabarnya dulu bagaimana?)

Maka datang orang ketiga :
“wahai ibu ayahmu wafat”
Maka berkata ibu itu :

مَا أَخْبَرَ رَسُوْلُ الله...؟

(Rasulullah kabarnya dulu bagaimana?)

Maka datang orang yang ke empat :
“wahai ibu kakakmu wafat”
Habislah sudah semua seluruh keluarganya, sebatang kara sendiri dia berkata :

مَا أَخْبَرَ رَسُوْلُ الله...؟؟؟؟؟!!

“Bagaimana kabarnya Rasulullah dulu???”

Suaminya wafat, anaknya wafat, kakaknya wafat, ayahnya wafat, ia berkata bagaimana kabarnya Rasulullah, maka orang berkata :

رَسُوْلُ اللهِ فيِ عَافِيَةٍ كَمَا شِئْتِ

(Wahai ibu Rasulullah dalam keadaan sehat wal’afiat seperti yang kau inginkan)

دلني اليه....!

“tunjukkan aku kepada Rasul, aku ingin melihat Beliau dulu supaya aku tenang bahwa beliau betul – betul sehat wal’afiat”
Maka saat dia di bawakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallamyang juga baru pulang dari peperangan diatas kuda putihnya, maka teriaklah ibu – ibu itu :

يَا رَسُوْلُ الله، كُلُّ مُصِيْبَةٍ دُوْنَكَ جَلَل (أي صغيرة)

“Wahai Rasulullah, semua musibah kecil asal kau sehat wal’afiat…!”

Suaminya wafat, anaknya wafat, ayahnya wafat, kakaknya wafat, dia katakan “semua musibah kecil asal kau sehat wal’afiat wahai Rasul”
Demikian indahnya cinta wanita dari Bani Dinar kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Jumat, 19 November 2010

ORANG-ORANG YG DIDOAKAN MALAIKAT

1.. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Imam Ibnu Hibban meriwayatkan
dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang
tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya.
Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si
fulan karena tidur dalam keadaan suci'" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al
Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2.. Orang yang duduk menunggu shalat. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu
Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara
kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali
para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah
ia'" (Shahih Muslim no. 469)

3.. Orang - orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat. Imam Abu
Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW
bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang -
orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (hadits ini dishahihkan oleh
Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4.. Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di
dalm shaf). Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan
Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang
yang menyambung shaf - shaf" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam
Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5.. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al
Fatihah. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW
bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh
dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya
itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa
lalu" (Shahih Bukhari no. 782)

6.. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad
meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat
akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam
tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para
malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (Al Musnad no. 8106,
Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7.. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang
menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh)
naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka
berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang
hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas
pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana
kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka
sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang
melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Al Musnad no. 9140,
hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8.. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW
bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa
sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada
kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia
berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata
'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Shahih Muslim no.
2733)

9.. Orang-orang yang berinfak. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan
dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun
dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun
kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti
bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta
orang yang pelit'" (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10.. Orang yang makan sahur. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani,
meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang
makan sahur" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At
Targhiib wat Tarhiib I/519)

11.. Orang yang menjenguk orang sakit. Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin
Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin
menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang
akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu
malam kapan saja hingga shubuh" (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir
berkomentar, "Sanadnya shahih")

12.. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Diriwayatkan oleh
Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas
seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan
bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat
kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (dishahihkan oleh
Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Mari perbanyak beribadah dan beramal sholih di bulan yang penuh berkah ini.
Maraji' :

Disarikan dari Buku Orang - orang yang Didoakan Malaikat, Syaikh Fadhl Ilahi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005

SEPULUH SEBAB HADIRNYA CINTA

1. Membaca al-Qur`an dengan mentadabburinya dan memahami makna-maknanya dan
maksudnya (tafsirnya).

2. Mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala dengan mengerjakan
amalan-amalan sunnah setelah amalan-amalan yang wajib. Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang sesuatu yang beliau riwayatkan
dari Rabbnya , “Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu dengan
sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang Aku wajibkan atasnya. Dan
hambaKu senantiasa mendekatkan dirinya kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah
sehingga Aku mencintainya.” (HR. al-Bukhari).

3. Terus menerus berdzkir kepada Allah Subhanahu Wata'ala dalam setiap
kondisi, baik dengan lisan, hati, ataupun dengan perbuatan. Maka besarnya
kecintaan seseorang (kepada sesuatu) sebesar dan sebanyak dzikirnya
kepadanya. Dan barangsiapa yang mencintai sesuatu, niscaya akan banyak
mengingatnya. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits qudsi, Allah Subhanahu
Wata'ala berfirman, “Aku sebagaimana perasangka hambaku kepadaKu, dan Aku
bersamanya apabila dia mengingatKu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) Dan Allah
Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Ingatlah, hanya dengan mengingat
Allah lah hati menjadi tenteram.” (QS. ar-Ra’d: 28).

4.Mengutamakan kecintaaan kepada Allah Subhanahu Wata'ala atas kecintaan
kepada dirimu sendiri ketika diliputi hawa nafsu, dan mengikuti serta
mentaati RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam. Allah Subhanahu Wata'ala
berfirman, artinya, “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,
ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31).

Telah disebutkan tanda cinta, buah dan manfaatnya, maka tanda cinta
(seseorang) kepada Allah Subhanahu Wata'ala adalah mengikuti RasulNya
shallallahu 'alaihi wasallam , sedangkan manfaat dan buahnya adalah
kecintaan Allah Subhanahu Wata'ala kepada siapa saja yang mengikutinya
(RasulNya). Maka jika tidak ada al-Mutaba’ah (mengikuti RasulNya), ini
menunjukkan bahwa cintanya adalah dusta (tidak benar).

5. Menelaah/mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu Wata'ala ,
mengakui dan mengenalnya serta menelusuri dan menyelaminya di dalam
taman-taman pengetahuan (tentangnya). Maka barangsiapa yang mengenal Allah
Subhanahu Wata'ala dengan nama-nama dan sifat-sifatNya, serta
perbuatan-perbuatanNya pasti dia akan mencintaiNya.

6. Mengakui kebaikan Allah Subhanahu Wata'ala dan nikmat-nikmatNya yang
tampak (Zhahir) maupun yang tidak tampak (bathin), karena sesungguhnya hal
itu dapat memotivasi seseorang untuk mencintai Allah Subhanahu Wata'ala ,
dan sungguh hati ini tercipta (fitrahnya) mencintai orang yang berbuat baik
kepadanya.

7. Menundukkan hati sepenuhnya di hadapan Allah Subhanahu Wata'ala.

8. Berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) dengan Allah Subhanahu Wata'ala
pada waktu Dia turun di akhir malam untuk bermunajat kepadaNya dan membaca
kitabNya (al-Qur`an) kemudian mengakhiri ibadah kepadaNya dengan memohon
ampunan dan bertaubat kepadaNya. Karena waktu itu adalah waktu pembagian
rampasan perang (keuntungan) dan hadiah-hadiah (dari Allah ), ada yang dapat
sedikit, ada yang dapat banyak, dan ada pula yang diharamkan (tidak
memperoleh sedikitpun).

9. Berteman/bergaul dengan orang-orang yang mencintai (Allah dan RasulNya )
dan orang-orang yang jujur/ benar (keimanannya), dan mengambil yang terbaik
dari buah pembicaraan mereka, dan hendaklah kamu tidak berbicara kecuali
benar-benar pembicaraanmu terdapat maslahat dan kamu mengetahui bahwa di
dalam ucapanmu terdapat tambahan kebaikan untukmu dan bermanfaat buat orang
lain.

10. Menjauhi segala sebab yang dapat menjadi penghalang hati ini dengan
Allah Subhanahu Wata'ala.

Di antara sebab-sebab yang sepuluh ini, maka insyaAllah sampailah para
pecinta kepada lokasi-lokasi cinta dan bertemu dengan sang kekasih. (Abu
Nabiel).

Sumber: Diterjemahkan dari kitab, “An-Nuqath al-’Asyru adz-Dzahabiyah”,
karya: Syaikh Abdur Rahman bin Ali ad-Dusary.

FATWA ISLAMI
1. Membaca al-Qur`an dengan mentadabburinya dan memahami makna-maknanya dan
maksudnya (tafsirnya).

2. Mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala dengan mengerjakan
amalan-amalan sunnah setelah amalan-amalan yang wajib. Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang sesuatu yang beliau riwayatkan
dari Rabbnya , “Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu dengan
sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang Aku wajibkan atasnya. Dan
hambaKu senantiasa mendekatkan dirinya kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah
sehingga Aku mencintainya.” (HR. al-Bukhari).

3. Terus menerus berdzkir kepada Allah Subhanahu Wata'ala dalam setiap
kondisi, baik dengan lisan, hati, ataupun dengan perbuatan. Maka besarnya
kecintaan seseorang (kepada sesuatu) sebesar dan sebanyak dzikirnya
kepadanya. Dan barangsiapa yang mencintai sesuatu, niscaya akan banyak
mengingatnya. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits qudsi, Allah Subhanahu
Wata'ala berfirman, “Aku sebagaimana perasangka hambaku kepadaKu, dan Aku
bersamanya apabila dia mengingatKu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) Dan Allah
Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Ingatlah, hanya dengan mengingat
Allah lah hati menjadi tenteram.” (QS. ar-Ra’d: 28).

4.Mengutamakan kecintaaan kepada Allah Subhanahu Wata'ala atas kecintaan
kepada dirimu sendiri ketika diliputi hawa nafsu, dan mengikuti serta
mentaati RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam. Allah Subhanahu Wata'ala
berfirman, artinya, “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,
ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31).

Telah disebutkan tanda cinta, buah dan manfaatnya, maka tanda cinta
(seseorang) kepada Allah Subhanahu Wata'ala adalah mengikuti RasulNya
shallallahu 'alaihi wasallam , sedangkan manfaat dan buahnya adalah
kecintaan Allah Subhanahu Wata'ala kepada siapa saja yang mengikutinya
(RasulNya). Maka jika tidak ada al-Mutaba’ah (mengikuti RasulNya), ini
menunjukkan bahwa cintanya adalah dusta (tidak benar).

5. Menelaah/mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu Wata'ala ,
mengakui dan mengenalnya serta menelusuri dan menyelaminya di dalam
taman-taman pengetahuan (tentangnya). Maka barangsiapa yang mengenal Allah
Subhanahu Wata'ala dengan nama-nama dan sifat-sifatNya, serta
perbuatan-perbuatanNya pasti dia akan mencintaiNya.

6. Mengakui kebaikan Allah Subhanahu Wata'ala dan nikmat-nikmatNya yang
tampak (Zhahir) maupun yang tidak tampak (bathin), karena sesungguhnya hal
itu dapat memotivasi seseorang untuk mencintai Allah Subhanahu Wata'ala ,
dan sungguh hati ini tercipta (fitrahnya) mencintai orang yang berbuat baik
kepadanya.

7. Menundukkan hati sepenuhnya di hadapan Allah Subhanahu Wata'ala.

8. Berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) dengan Allah Subhanahu Wata'ala
pada waktu Dia turun di akhir malam untuk bermunajat kepadaNya dan membaca
kitabNya (al-Qur`an) kemudian mengakhiri ibadah kepadaNya dengan memohon
ampunan dan bertaubat kepadaNya. Karena waktu itu adalah waktu pembagian
rampasan perang (keuntungan) dan hadiah-hadiah (dari Allah ), ada yang dapat
sedikit, ada yang dapat banyak, dan ada pula yang diharamkan (tidak
memperoleh sedikitpun).

9. Berteman/bergaul dengan orang-orang yang mencintai (Allah dan RasulNya )
dan orang-orang yang jujur/ benar (keimanannya), dan mengambil yang terbaik
dari buah pembicaraan mereka, dan hendaklah kamu tidak berbicara kecuali
benar-benar pembicaraanmu terdapat maslahat dan kamu mengetahui bahwa di
dalam ucapanmu terdapat tambahan kebaikan untukmu dan bermanfaat buat orang
lain.

10. Menjauhi segala sebab yang dapat menjadi penghalang hati ini dengan
Allah Subhanahu Wata'ala.

Di antara sebab-sebab yang sepuluh ini, maka insyaAllah sampailah para
pecinta kepada lokasi-lokasi cinta dan bertemu dengan sang kekasih. (Abu
Nabiel).

Sumber: Diterjemahkan dari kitab, “An-Nuqath al-’Asyru adz-Dzahabiyah”,
karya: Syaikh Abdur Rahman bin Ali ad-Dusary.

FATWA ISLAMI