Kamis, 15 April 2010

KRITERIA RTM

KRITERIA UNTUK MENENTUKAN KELUARGA / RUMAH TANGGA MISKIN Cetak E-mail

09-05-2006

Menurut BPS, ada 14 kriteria untuk menentukan keluarga/rumah tangga miskin, yaitu :

1. Luas bangunan tempat tinggal kurang dari 8 m2 per orang.
2. Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan.
3. Jenis dinding tempat tinggal dari bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester.
4. Tidak memiliki fasilitas buang air besar/bersama-sama dengan rumah tangga lain.
5. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.
6. Sumber air minum berasal dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan.
7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/minyak tanah.
8. Hanya mengkonsumsi daging/susu/ayam satu kali dalam seminggu
9. Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun
10. Hanya sanggup makan hanya satu/dua kali dalam sehari.
11. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/poliklinik.
12. Sumber penghasilan kepala keluarga adalah petani dengan luas lahan 500 m2, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, dan atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan di bawah Rp. 600.000,- (Enam Ratus Ribu) per bulan.
13. Pendidikan tertinggi kepala keluarga : tidak bersekolah/tidak tamat SD/hanya SD.
14. Tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan nilai minimal Rp. 500.000,- (Lima Rus Ribu Rupiah), seperti sepeda motor kredit/non-kredit, emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya.

Jika minimal 9 variabel terpenuhi, maka dikategorikan sebagai rumah tangga miskin.



(Sumber : Majalah Monitor Investasi Sosial ”SINAR”, Edisi Maret-April 200)

Selasa, 13 April 2010

MELEBIHKAN CINTA KEPADA IBU

Allah
ta’ala berfirman :
فلاتقل لهما اف

Artinya : “Janganlah kamu
katakan pada mereka berdua uf (ah)!”(QS Al-Isra’ :23)

Ungkapan ah
yang dianggap remeh oleh manusia ternyata telah dinilai suatu
kedurhakaan oleh Allah, apalagi sampai memakinya dan memukul

Rasulullah r bersabda :
رغم انف ثم رغم
انف ثم رغم انف من ادرك ابويه عند الكبر احدهما او كلاهما فلم يدخل الجنة

Artinya
: “Sungguh hina/sungguh rendah/sungguh merugi orang yang hidup bersama
orangtuanya yang sudah lanjut usia, salah satu atau kedua-duanya, tapi
tidak masuk kedalam surga.” (Muslim)

‘Irafah bin Iyas berkata,
“Saya melihat Al-Harits Al-Akali di dekat kubur ibunya sedang menangis,
kemudian dia ditanya, “Kamu menangis?” Dia menjawab, “Bagaimana tidak,
sebuah pintu dari pintu-pintu surga telah ditutup bagiku.“

Jihad
atau berbakti pada orang tua?

‘Abdullah bin Mas’ud t berkata,
“Saya bertanya kepada Rasulullah r “Amalan apa yang paling dicintai oleh
Allah? Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Saya berkata, “Kemudian
apa?” Beliau menjawab, “Berbakti pada kedua orangtua.” Saya bertanya
lagi,”Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.”
(Muttafaqun ‘alaih)

"Seorang laki-laki datang menghadap Nabi s.a.w. seraya bertanya: Ya Rasulullah siapakah orang yg patut aku bergaul dengan baik?
Jawab Rasul: Ibumu!
Tanya orang itu pula: Siapa lagi?
jawab Rasul : Ibumu !
Tanya orang itu pula: siapa lagi?
Jawab Rasul: Ibumu !
Tanya orang itu sekali lagi: Siapa lagi?
Jawab Rasul : Kemudian Bapakmu.(HR Bukhari)

Allah lebih mencintai bakti kepada orangtua
dibanding seseorang berjihad di jalan Allah sedang orang tuanya
membutuhkannya. Hal itu juga dengan tegas dinyatakan oleh Rasulullahh r
ketika menolak salah seorang sahabat yang tidak mendapatkan izin dari
orangtuanya dan menyuruhnya kembali ke orangtuanya karena di keduanya
terdapat jihad. Begitu juga terdapat atsar dari ‘Umar t dan yang lain.

Ada apa dengan cinta pada ibu?

Cinta pada sang ibu lebih diutamakan
daripada ayah. “Untuk ibu tiga kali lebih utama karenakan ibu yang mengandung, melahirkan dan menyusui yang mana pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh seorang Ayah sebagaiman firman Allah " Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya, Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah, masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan....". (QR: Ahqaf 15). Masa mengandung sampai menyapih (mengandung, melahirkan & menyusui ) merupakan masa yg harus dilalui dengan penuh kesabaran, ketelatenan dan tentu juga pengoranan disamping dengan kasih sanyang yg tulus.

Taat kepada orangtua merupakan ketaatan pada Allah ta’ala.
Sudah semestinya kita membahagiakan hati mereka dan tidak melukainya.

KUNCI SURGA MUSLIMAH

Surga adalah idaman dan tempat tujuan akhir yg ingin digapai setiap orang.Akhir
perjalanan bagi semua orang yang taat dan patuh kepada Allah Subhanahu
waTa'ala dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya ( org yg taqwa kepada-Nya).

Bagi seorang muslimah kunci menuju surga dapat diperoleh melalui:
" Dari Abdurrahman bin Auf berkata,
Rasulullah shallallaahu 'alaih wasallam bersabda, "Jika seorang wanita
menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulannya, menjaga
kehormatannya dan menaati suaminya, niscaya dia masuk surga dari pintu
mana saja yang dia inginkan." (HR. Ahmad nomor 1661, hadits hasan
lighairihi).
Kenapa tidak mengikutsertakan zakat dan haji, karena perkara diatas merupakan perkara-perkara yang masuk dalam jangkauan seorang muslimah, di mana seorang muslimah mampu melaksanakannya tanpa bergantung pda orang lain termasuk suaminya.
Sedangkan untuk ibadah Haji, pelaksanaan ibadah ini seatan yg mungkin tidak dimilikinya misalnya ; Mahram.
di sini Rasulullah shallallaahu 'alaih wasallam juga tidak menyinggung
zakat, karena perkaranya kembali kepada kepemilikan harta dan pada
umumnya ia berada di tangan kaum laki-laki, karena harta adalah hasil
bekerja dan yang bekerja pada dasarnya adalah kaum laki-laki.

Kunci pertama, menjaga shalat lima waktu
Shalat adalah ibadah setelah ikrar dua kalimat syahadat yg tidak menerima alasan "tidak mampu", wajib dikerjakan dalam keadaan apapun dan dimanapun sampai akhir hayatnya.
Jika menjaga shalat adalah kunci surga, maka sebaliknya
menyia-nyiakannya adalah gerbang neraka, ketika para pendosa
dicampakkan ke dalam neraka, mereka ditanya, apa yang membuat kalian
tersungkur ke dalam neraka? Mereka menyebutkan rentetan dosa-dosa yang
diawali dengan meninggalkan shalat. Allah Subhanahu waTa'ala
berfirman, artinya, "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar
(neraka)?' Mereka menjawab, 'Kami dahulu tidak termasuk orang-orang
yang mengerjakan shalat." (QS.al-Muddatstsir: 42-43).
Sholat merupakan ibadah yg sulit untuk dikerjakan termasuk seorang istri.
Beberapa alasan yg sering kita dengar dari kaum istri dalam melalaikan ibadah ini misalnya: karena malas, sibuk ngurus rumah tangga karena tak punya pembantu, tidak suci karena sering kena pipis putra/i yg masih bayi dll.
Padahal Allah Swt telah memperingatkan kita lewat firman-Nya :
"Hai orang-orang beriman,
janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat
Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah
orang-orang yang merugi." (QS. al-Munafiqun: 9).
Menjaga shalat lima waktu mencakup menjaga waktunya dalam arti
melaksanakannya tepat waktu, tidak menundanya dan mengulur-ulur
waktunya sampai waktunya hampir habis, atau bahkan membiarkannya
habis, ini adalah shalat orang-orang munafik, dan seorang muslimah
tidak patut bermental munafik dalam ibadah shalat.
Menjaga shalat mencakup menjaga syarat-syarat dan rukun-rukunnya di
mana shalat tidak sah tanpanya, menjaga wajib-wajib dan
sunnah-sunnahnya yang merupakan penyempurna bagi ibadah shalat, semua
ini menuntut seorang muslimah untuk belajar dan membekali diri dengan
ilmu yang shahih tentang shalat. Tanpa ilmu yang shahih tidak akan
terwujud menjaga shalat.

Kunci kedua, berpuasa di bulannya
Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu kunci surga, lebih dari itu
di surga tersedia sebuah pintu khusus bagi orang-orang yang berpuasa
yang dikenal dengan 'ar-Rayyan', pintu masuk para shaimin secara
khusus, jika mereka telah masuk, maka ia akan ditutup.
Di samping berpuasa sebagai kunci surga, ia juga merupakan tameng dan
pelindung dari neraka, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam
menyatakan, ash-shaumu junnah, puasa adalah tameng atau pelindung,
yakni dari api neraka.
Karena puasa merupakan salah satu kunci surga sekaligus pelindung dari
neraka maka seorang muslimah harus menjaganya, dalam arti
melaksanakannya dengan baik, memperhatikan syarat, rukun dan
pembatalnya, karena tanpanya dia tidak mungkin berpuasa dengan baik.
Seorang muslimah juga harus memperhatikan perkara qadha puasa Ramadhan
di hari-hari lain jika dia mendapatkan halangan pada bulan Ramadhan
sehingga tidak mungkin berpuasa secara penuh, jangan sampai Ramadhan
berikut hadir sementara dia belum melunasi hutang puasanya, perkara
mengqadha puasa di hari lain ini sering terlupakan atau terabaikan,
karena kesibukan hidup, padahal ia adalah hutang yang jika tidak
dilaksanakan maka seorang muslimah tidak bisa dikatakan telah berpuasa
di bulannya, selanjutnya dia gagal meraih kunci kedua dari kunci-kunci
masuk surga, dari sini bersikap hati-hati dengan menyegerakan qadha
adalah sikap bijak, karena penundaan terkadang malah merepotkan dan
menyulitkan.

Kunci ketiga, menjaga kehormatan.
Surga hanya bisa diraih dengan keshalihan, hanya wanita shalihah yang
akan masuk surga, shalihnya seorang wanita dibuktikan dengan beberapa
sifat dan akhlak, salah satunya dan yang terpenting adalah menjaga
kehormatan diri. Allah Subhanahu waTa'ala berfirman, artinya, "Wanita
yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika
suaminya tidak ada karena Allah telah memelihara (mereka)." (QS.
an-Nisa`: 34).

Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baik wanita
adalah wanita yang jika kamu melihat kepadanya, maka kamu berbahagia,
jika kamu memerintahkannya maka dia menaatimu, jika kamu bersumpah
atasnya maka dia memenuhinya dan jika kamu meninggalkannya, maka dia
menjagamu pada diri dan hartamu." (HR. an-Nasa`i)

Menjaga kehormatan berarti membentengi diri dari perkara-perkara yang
mencoreng dan merusak kehormatan, yang menodai dan menggugurkan
kemuliaan, dengan tetap bersikap dan bertingkah laku dalam koridor
tatanan syariat yang suci lagi luhur.

Kunci keempat, menaati suami.
Suami sebagai seorang pemimpin maka haruslah kita taati sebagaimana Firman Allah Swt " wahai orang-orang yg beriman! Taatilah kepada Allah dan Rasulnya serta pemimpin dari kalangan kamu ". (QS
Sabda Rasul: " Diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu'anhuma, dia telah berkata Nabi SAW telah bersabda: Suka atau tidak suka, setiap orang muslim wajib mendengarkan serta taat kepada perintah pimpinan kecuali jika disuruh berbuat maksiat. Seandainya dia diperintahkan untk berbuat maksiat maka tidak ada kewajiban untuk mendengarkan dan mentaatinya." (HR Muttafaq'alaih)

CARA MENJALANKAN HAJI WANITA HAIDS

Dalam pelaksanaan ibadah haji sering didapati adanya kaum wanita yang resah sebab mereka tidak bisa melakukan ritual ibadah karena kedatangan haidh. Pada masalah ini, tidak menjadi halangan bagi seorang wanita untuk melaksanakan seluruh ritual ibadah haji seperti ihram, wukuf, jumrah, tahallul dan lain-lain kecuali tawaf di Baitullah. Bahkan meski tawaf tidak diperkenankan bagi wanita haidh, namun Sa'i diperbolehkan bagi mereka, sebab Mas'a (tempat sa'i) bukan termasuk bagian masjid menurut pendapat yang shahih.
Berdasarkan alasan di atas, maka wanita haidh diperbolehkan untuk melakukan semua ritual ibadah haji kecuali tawaf di Baitullah.
Kondisinya akan berbeda, bila meski tawaf ifadah sudah ditunda pelaksanaannya bagi wanita haidh namun waktu perjalanan dan jadwal penerbangan sudah amat mendesak, sedangkan wanita tersebut belum bersih dari haidh. Bagaimana cara wanita tersebut menuntaskan tawaf ifadhah yang menjadi salah satu rukun haji?
Dalam hal ini terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan oleh wanita tersebut. Pertama, Ia mewakilkan tawaf ifadhah kepada orang lain. Tata cara mewakilkan tawaf adalah orang yang menjadi wakil melakukan tawaf atas dirinya terlebih dahulu, lalu ia tawaf 7 putaran lagi bagi wanita haidh yang mewakilkan dengan niat inabah (mewakilkan) .
Kedua, Menggunakan obat penunda haidh. Hal ini diperkenankan untuknya sebab tawaf ifadhah adalah rukun haji. Bila ternyata obat itu efektif dalam menunda haidh, maka wanita bersangkutan diperkenankan mandi bersih dan melakukan tawaf saat haidhnya terhenti.
Ketiga, Tawaf pada saat darah haidh tidak keluar. Bila pada masa-masa haidh seorang wanita mendapati bahwa darahnya tidak keluar, maka saat itu ia diperkenankan untuk mandi dan melakukan tawaf ifadhah. Hal ini selaras dengan salah satu pendapat imam Syafi'i. Pendapat ini juga didukung oleh imam Malik dan Ahmad bin Hambal. Pendapat yang sama juga didukung oleh para pengikut madzhab Hambali dan Syafi'i sebagaimana dikutip oleh Imam an Nawawi dalam kitabnya yang berjudul Al Majmu'.
Keempat, Menggunakan pembalut. Bila kondisi dan jadwal perjalanan begitu sempit, maka wanita haidh diperkenankan untuk mandi dan menggunakan pembalut lalu melakukan tawaf. Penggunaan pembalut diperkenankan dalam hal ini agar tidak mengotori masjid dan mengganggu muslimin lain yang berada di sana. Pendapat ini didukung oleh Imam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim yang menyatakan diperbolehkannya seorang wanita haidh melakukan tawaf ifadah jika ia khawatir tertinggal rombongan yang akan berangkat dengan syarat ia menutup kemaluannya dengan pembalut sehingga tidak akan menetes darinya darah haidh saat ia tawaf di masjid.
Itulah beberapa cara yang diperkenankan menurut pendapat beberapa ahli ilmu bagi wanita haidh yang terdesak jadwal perjalanan dan ia belum melakukan tawaf ifadhah yang menjadi rukun haji. Wallahu A'lam.

Jumat, 09 April 2010

ASURANSI LEBIH HARAM DARI BANK

[daarut-tauhiid] Asuransi Lebih Haram daripada Bank

Bismillahirrahmanir rahim

Ketika berbicara keuangan syariah, sebagian kita cenderung untuk
berpikir tentang perbankan syariah. Ketika berbicara tentang menghindari
riba, sebagian kita cenderung merasa cukup hanya dengan tidak menabung
di bank konvensional, atau tidak memakan bunga dari bank konvensional.
Sebagian kita cenderung lupa pada bagian sistem keuangan yang lain,
yaitu asuransi. Padahal asuransi konvensional jauh lebih haram daripada
bank konvensional. Jika bank konvensional fokus hanya pada praktik riba,
maka asuransi konvensional mengandung semua prinsip haram yang utama
dalam syariat muamalah; riba, gharar (ketidakjelasan) , dan maysir(judi) .

Riba terkandung dalam transaksi asuransi konvensional terjadi ketika
seorang klien asuransi mendapat klaim di atas jumlah premium yang telah
dibayarkan. Setiap bulan hanya bayar premium 100ribu, tapi ketika sakit
setahun kemudian, pihak asuransi menanggung beban 10 juta misalnya.
Jelas bahwa, 8.8 juta (10-(100rb x 12)) yg kita pakai dalam pengobatan
merupakan riba (tambahan nilai tanpa usaha sepadan).

Asuransi konvensional juga mengandung gharar karena jenis klaim yang
akan ditanggung tidak pasti bentuknya. Misalnya asuransi kecelakaan.
Kecelakaan yang akan terjadi pada pihak klien di masa yang akan datang
tidak dapat dipastikan detailnya. Selain itu gharar juga terdapat pada
harga klaim yang tidak bisa dipastikan. Jenis klaim di masa yang akan
datang yang tidak dapat dipastikan, berakibat pada tidak dapat
dipastikannya harga yang akan dibayar perusahaan asuransi kepada klien.

Asuransi konvensional juga memiliki unsur maysir karena keuntungan
masing-masing pihak baik perusahaan maupun klien terjadi atas permainan
probabilitas di mana keuntungan pihak perusahaan didapat dari
probabilitas tidak terjadinya klaim dari klien, yang mana berakibat
klien menderita kerugian karena telah membayar premium, dan sebaliknya.

Jadi jelas bahwa asuransi konvensional lebih haram daripada bank
konvensional. Sebagian kita mungkin kurang memperhatikan hal ini karena
kita cenderung lebih familiar dengan bank, daripada asuransi. Tapi
seiring dengan perkembangan zaman, asuransi mulai menjadi hal yang
lumrah. Oleh karena itu, hendaklah kita memperhatikannya dengan seksama,
sehingga tidak menjadi orang yang pro islam dan ekonomi islam, tapi
masih bernikmat-nikmat dengan asuransi konvensional.

Sejenak mari lupakan ancaman bagi pelaku gharar dan maysir, cukuplah
kita renungkan janji Allah terhadap pemakan riba. Bukankah Allah telah
menjanjikan neraka bagi mereka?

"Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah
penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." (QS : 2/275).

Ya, neraka, tidak cukupkah ia sebagai pengancam? Atau kita masih
memerlukan perkataan ini?

الربا اثنان وسبعون بابا،
أدناها مثل إتيان الرجل
أمه. رواه الطبراني وغيره،
وصححه الألباني.

"(Dosa) riba itu memiliki tujuh puluh dua pintu, yang paling ringan
ialah semisal dengan (dosa) seseorang yang menzinai ibu kandungnya
sendiri."
(Riwayat At Thobrany dan lainnya serta dishahihkan oleh Al Albany).

Subhanallah, tidakkah riba begitu menjijikkan? Setelah mengetahui betapa
menjijikkannya riba, apakah kita masih betah bernikmat-nikmat
menggunakan asuransi konvensional? Atau kita ingin menganggap diri kita
orang yang terpaksa?

Jika kita termasuk orang-orang yang merasa benar-benar terpaksa, maka
berpikir keraslah, lakukan analisis terbaik, dan siapkanlah jawaban yang
super bagus, agar dalam wawancara di akhirat nanti Allah juga
meenganggap kita benar-benar terpaksa.

Wallahul-musta' an

PELECEHAN SEKSUAL DALAM GEREJA KATOLIK

Uskup Jerman Terkejut atas Jumlah Kasus Pelecehan
Tempo - Rabu, 17 Maret

TEMPO
Interaktif, Berlin - Uskup Katolik Roma di tempat asal Paus Benediktus
XVI, Bavaria, hari Selasa berurusan dengan skandal pelecehan seksual
yang lingkupnya telah membuat para pemimpin gereja kebingungan.
"Saya
tidak mengharapkan banyak kasus seperti itu," kata Uskup Bavaria Ludwig
Schick, yang menjadi tuan rumah dalam pertemuan di Vierzehnheiligen,
kepada Bayerischer Rundfunk Radio.

Dia mengatakan dirinya terguncang dan malu dengan apa yang telah terjadi di dalam gereja."Ini pahit dan sulit, tetapi harus ditangani," kata Schick. "Nanah yang
melepuh ini perlu dibuka dan dikeringkan untuk penyembuhan. "

dI Bavaria saja, lebih dari 100 mantan siswa dari lembaga-lembaga Katolik
telah datang dengan klaim pelecehan fisik atau pelecehan seksual.
Beberapa kasus melibatkan paduan suara anak laki-laki bergengsi Regensburg
Domspatzen yang pernah dipimpin oleh kakak Paus, Pendeta Georg
Ratzinger.

Di Irlandia, Uskup Agung Dublin Diarmuid Martin
hari Selasa menyatakan bahwa rekan-rekan Katolik di Irlandia harus
mengungkap "seluruh kebenaran" tentang dekade menutup-nutupi kekerasan
terhadap anak di gereja dan pemerintah Irlandia harus memperluas
penyelidikannya.

Martin, peringkat kedua tertinggi Katolik di
Irlandia, telah menuntut kejujuran dan keterbukaan yang lebih besar
atas penolakan gereja untuk memberitahu polisi tentang kasus pedofil
yang ditransfer dari paroki ke paroki, sekolah ke sekolah.
Dia hari Selasa menolak untuk menyerukan pengunduran diri atasannya,
Kardinal Sean Brady, yang mengakui ia tidak pernah mengatakan kepada
polisi tentang pernyataan korban yang ia dikumpulkan tentang pedofilia
terkenal Pendeta Brendan Smyth pada tahun 1975.

Di Roma Kantor Vatikan No. 2 menepis saran apapun bahwa Katolik kehilangan
kepercayaan terhadap gereja mereka sebagai sebuah institusi.

" Gereja masih mendapat kepercayaan besar dari umat beriman," kata Kardinal
Tarcisio Bertone, sekretaris negara Tahta Suci dan pembantu dekat
Benediktus, kepada wartawan di ibukota Italia.

"Ini hanya seseorang yang sedang mencoba untuk melemahkan kepercayaan ini, tetapi
gereja itu telah mendapat bantuan khusus dari atas," kata uskup Italia
itu dengan sedikit tersenyum.
Schick mengulangi keyakinannya
bahwa undang-undang yang membatasi kasus-kasus pelecehan - saat ini 10
tahun dari saat korban berusia 18 - harus diperpanjang.

Ada perdebatan di Jerman pada apakah memperluas pembatasan akan
memungkinkan mengukur klaim penyalahgunaan, yang sekarang sudah
berjumlah sekitar 300 di seluruh negeri dengan 82 juta jiwa.

Seperti yang berlaku, seorang korban harus menghubungi penyidik dalam waktu 10
tahun sejak ulang tahun ke 18 mereka untuk mengajukan proses pidana,
untuk menuntut ganti rugi dalam proses sipil biasanya korban hanya
memiliki waktu tiga tahun.
"Saya berharap pengadilan dapat
menangani tindak pidana tersebut meskipun mereka telah lama berselang,"
kata Schick dalam situs Web yang dioperasikan gereja dalam wawancara
audionya. "Adalah penting bagi perdebatan untuk kembali ke rasionalitas
dan pengadilan dapat berkontribusi untuk itu."

Sementara itu pemerintah federal mengatakan ingin memperluas undang-undang pembatasan
untuk proses sipil, namun tidak jelas apakah jangka waktu proses pidana
juga akan berubah.

ISLAM AGAMA YG BERSIH DARI KEMUSRIKAN

Islam Agama yang Bersih dari Kemusyrikan - Mengesakan Allah

Sesungguhnya, Nabi Muhammad SAW diutus Allah dengan misi menyampaikan kalimat Tauhid, yaitu agar manusia menyembah Allah semata dan tidak menyembah sembahan lainnya selain Allah.
Seorang Muslim wajib beriman atau mempercayai bahwa Tuhan itu ada. Sebagaimana TV, Mobil, Kulkas, dan lain-lain yang tidak mungkin terjadi dengan sendirinya tanpa ada pembuatnya, begitu pula langit, bumi, bintang, matahari, manusia, dan lain-lain. Tentu ada yang membuatnya, yaitu Allah!

“Kawannya (yang mu’min) berkata kepadanya sedang dia bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?” [Al Kahfi:37]

“Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mu’min.” [Al ‘Ankabuut:44]

Setelah mempercayai keberadaan Tuhan, ummat Islam wajib beriman bahwa Tuhan itu satu.

Sesungguhnya, Nabi Muhammad SAW diutus Allah dengan misi menyampaikan kalimat Tauhid, yaitu agar manusia menyembah Allah semata dan tidak menyembah sembahan lainnya selain Allah:

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”.

Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.” [Al Kahfi:110]

Nabi-nabi sebelumnya, seperti Nabi Ibrahim juga mengajarkan tauhid kepada ummatnya, yaitu agar hanya menyembah satu Tuhan, yaitu: Allah, dan tidak mempersekutukan Allah dengan yang lain:

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),” [An Nahl:120]

“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif.” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” [An Nahl:123]

Luqman yang saleh pun dalam Al Qur’an diceritakan menasehati agar anaknya tidak mempersekutukan Allah dengan yang lain:

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” [Luqman:13]

Seharusnya setiap orang tua mencontoh Luqman untuk menanamkan ajaran Tauhid kepada setiap anaknya.

Dalam Islam, mengesakan Allah adalah rukun yang pertama. Jika seorang masuk Islam, dia harus menyatakan bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusannya:

“Hadis Ibnu Umar r.a: Nabi s.a.w telah bersabda: Islam ditegakkan di atas lima perkara yaitu mengesakan Allah, mendirikan sembahyang, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadan dan mengerjakan Haji “ [HR Bukhori-Muslim]

Sesungguhnya Allah adalah Tuhan yang Maha Pencipta:

“Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” [Al An’aam:79]

“Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.” [Al An’aam:1]

Jika ada orang yang menyembah Tuhan selain Allah, misalnya berhala-berhala itu adalah perbuatan yang sia-sia, karena berhala itu bukanlah Tuhan yang Maha Pencipta. Justru berhala itulah yang dibuat oleh manusia:

“Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.” [Al A’raaf:191]

“Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfa`at?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al Maa-idah:76]

Menyembah Yesus atau Isa sebagai Tuhan adalah dosa yang amat besar. Tuhan adalah Pencipta alam semesta, sedang Yesus atau Isa bukanlah pencipta alam semesta. Yesus atau Isa adalah seorang manusia yang dilahirkan dari rahim ibunya, Siti Maryam:

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” [Al Maa-idah:72]

Sesungguhnya, kafirlah orang yang mengatakan bahwa Tuhan itu bisa beranak dan dilahirkan layaknya manusia, sehingga ada lebih dari 1 Tuhan seperti Tuhan Bapa dan Tuhan Anak. Bagaimana Allah bisa punya anak, padahal dia tidak punya istri? Adakah (na’udzubillah min dzalik!) mereka mengira bahwa Tuhan berzina dengan Maryam sehingga punya anak di luar nikah? Allah SWT membantah kebohongan itu:

“Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.” [Al An’aam:101]

Dalam surat Al Ikhlas ditegaskan:

“Katakanlah: Allah itu Satu

Allah tempat meminta

Dia tidak beranak dan tidak diperanakan

Dan tak ada satu pun yang setara dengannya” [Al Ikhlas 1-4]

Sesungguhnya syirik atau mempersekutukan Tuhan adalah dosa yang amat besar:

“Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” [Al Hajj:31]

“Katakanlah: “Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”.” [Ar Ruum:42]

Jelas sekali bukan ayat Al Qur’an di atas bagi orang-orang yang berpikir atau berakal bahwa syirik itu adalah perbuatan sesat dan dosa.

Sesungguhnya syirik atau mempersekutukan Tuhan itu adalah dosa yang tidak

terampuni. Ini adalah perkataan Allah SWT sendiri yang tertulis di dalam kitab suci Al Qur’an:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki- Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [An Nisaa’:48]

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki- Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An Nisaa’:116]

Jika seseorang melakukan kemusyrikan, maka sia-sialah amalnya meski mereka banyak berbuat hal-hal yang dianggap oleh manusia “baik”:

“Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki- Nya di antara hamba-hamba- Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” [Al An’aam:88]

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” [Az Zumar:65]

“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.” [At Taubah:17]

Sesungguhnya, Tauhid (Mengakui Tuhan itu ada dan satu, yaitu Allah SWT), adalah hal paling penting dan pertama-tama yang harus dipelajari oleh seorang Muslim. Nabi Muhammad SAW selama 13 tahun masa-masa pertama kenabiannya, gigih menyampaikan ajaran Tauhid kepada orang-orang kafir Quraisy, begitu pula setelahnya.



.