Selasa, 21 Juni 2011

PANTASKAH

Dalam Pengajian Akbar yang saya ikuti pada hari Jum’at tgl 17 Juni yang lalu, yang menampilkan pembicara Ust.Abdul Aziz seorang yang terlahir beragama Hindu dan berasal dari kasta Brahmana ( kasta tertinggi dalam Hindu ), dan menempuh pendidikan dan mencapai gelar sarjana agama Hindu,yang kemudian menjadi muallaf beliau mengatakan: Perayaan-perayaan yang sering dilakukan oleh umat Islam kebanyakan diadopsi dari ajaran Hindu.

Perayaan itu meliputi:

1. Perkawinan.

- Dimulai dengan pemilihan hari/bulan baik

Dalam masyarakat Hindu dan masyarakat-masyarakat kuno lainnya memiliki konsep tentang hari baik untuk bepergian, bercocok tanam, menebang pohon, berburu serta hari baik tentang berbagai aspek kehidupan lainnya. Mereka juga meyakini bahwasanya waktu dan harimencetakanak dan kelahiran sang anak akan berpengaruh pada karakter dan pembawaan anak bersangkutan.

- Perhitungan hari/bulan baik dapat dilihat dalam kitab Veda

praktek Veda ini dalam masyarakat tradisional Jawa dan Bali, maka kita akan menemukanistilah pawukon dan wewaran yang merupakan sistem kalender yang sangat-sangat kompleks dan mendetail. Dalam sistem wewaran dan pawukon ini perhitungan siklus waktu dibagi kedalam hari (ekawara), 2 harian (dwiwara), 3 harian (triwara) sampai pada 10 harian (dasawara).Dengan kombinasi siklus-siklus inilah perhitungan hari baik dan hari buruk untuk suatu kegiatan dan ramalan dilakukan

- Melangkah tujuh langkah kedepan ( sapta pada)

simbolis penerimaan kedua mempelai itu. Upacara ini masih kita jumpai dalam berbagai variasi (estetikanya) sesuai dengan budaya daerahnya, umpamanya menginjak telur, melandasi tali, melempar sirih dan lain-lainnya.

- bergandengan tangan ( Panigraha )

adalah simbol mempertemukan kedua calon mempelai di depan altar yang dibuat untuk tujuan upacara perkawinan. Dalam budaya jawa dilakukan dengan mengunakan kekapa ( sejenis selendang) dengan cara ujung kain masing-masing diletakkan pada masing-masing mempelai dengan diiringi mantra atau stotra.Acara melangkah tujuh langkah kedepan dan bergandengan tangan merupakan syarat pelaksanaan upacara pernikahan yang ada dalam kitab kitab Yajur Veda II. 60 dan Bhagavad Gita XVII. 12-14

- Kembar mayang

adalah dua buah rangkaian hiasan yang terdiri dari godongan (dedaunan) terutama daun kelapa (janur) yang ditancapkan ke sebuah potongan batang pisang. Daun kelapa tersebut dirangkai dalam bentuk gunung, keris, cambuk, paying, belalang, burung. Selain janur dilengkapi pula dengan daun-daun lain seperti daun beringin, puring, dadap srep dan juga dlingo bengle.
Makna dari kembar mayang adalah untuk membuang sial/mbucal sengkolo ( tolak bala) pada pengantinpria.
Menurut Abdul Aziz Kembar Mayang dalam Hindu disebut “Kuade”. ”Kuade merupakan hasil karya dan sebagai simbol pada manusia atas kemurahan para Dewa-Dewa. Sedang kembar mayang berfungsi sebagai penolak balak dan lambang kemakmuran”.

- Nasi tumpeng

Tumpeng berasal dari bahasa Jawa, yang merupakan sinonim (padanan kata) gunung. Asal muasal tumpeng ini, ada dalam mitologi Hindu, di epos Mahabarata.

"Gunung, dalam kepercayaan Hindu adalah awal kehidupan, karenanya amat dihormati. Dalam Mahabarata dikisahkan tentang Gunung Mandara, yang dibawahnya mengalir amerta atau air kehidupan. Yang meminum air itu akan mendapat mendapat keselamatan," ujar Manu.

Menurut ustz Abdul Azis tumpeng sebagai lsimbol untuk mengantikan ucapan bai’at dalam memeluk agama Hindu, jadi bagi mereka yang susah mengucapkan kata-kata bai’at untuk memeluk agama Hindu cukup dilakukan/ digantikan dengan sebuah tumpeng.

Kehamilan

Telonan, Mitoni dan Tingkepan
Telonan, Mitoni dan Tingkepan yang sering kita jumpai di tengah-tengah masyarkat adalah teradisi masyarakat Hindu. Upacara ini dilakukan dalam rangka memohon keselamatan anak yang ada di dalam rahim (kandungan). Upacara ini biasa disebut Garba Wedana [garba : perut, Wedana : sedang mengandung]. Selama bayi dalam kandungan dibuatkan tumpeng selamatan Telonan, Mitoni, Tingkepan [terdapat dalam Kitab Upadesa hal. 46]

Intisari dari sesajinya adalah:
1. Pengambean, yaitu upacara pemanggilan atman (urip).
2. Sambutan, yaitu upacara penyambutan atau peneguhan letak atman (urip) si jabang bayi.
3. Janganan, yaitu upacara suguhan terhadap "Empat Saudara" [sedulur papat] yang menyertai kelahiran sang bayi, yaitu : darah, air, barah, dan ari-ari. [orang Jawa menyebut : kakang kawah adi ari-ari]

3. Acara Kematian.

- Selamatan hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus dan seribu

Dalam Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal. 99, 192, 193 yang berbunyi : "Termashurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus dan seribu.

- Pemakaian paying menutupi kepala mayit

- Kendi berisi air

- Irisan dan rangkaian bunga

- Bobosan jenazah

Ritual diatas ternyata menurut beliau merupakan ritual yang dijalankan dalam agama hindu.

Pertanyaannya

1. Pantaskah seorang muslim melaksanakan ritual yang diperintahkan didalam agama lain bukankah Allah telah berfirman Qs Al Kaafirun 6.” untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

2. Pantaskah kita membaca ayat-ayat Al Qur’an dalam acara-acara tersebut (misal membaca tahlil atau surat Yasiin pada acara 3,7, 100 hari kematian) padahal Firman Allah dalam Al-Quran

dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui. ( Al Baqarah 42)

“ Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. ( Al Baqarah 208)

3. Dan jika kita masih melakukannya padahal kita telah mengetahui bahwa itu bukanlah tuntunan agama Islam maka kita kan termasuk dalam golongan merugi

“ Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. “(QS: Al-Kahfi 103-104)

4. Dan jika kita tetap melakukannya maka kita adalah termasuk

Allahberfirman

“ dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi Kami hanya mengikuti apa yang telah Kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".

” Dan apabila dikatakan kepada mereka,“Marilah mengikut kepada apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul,“ mereka menjawab,“ Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati dari bapak-bapak kami,“ Apakah akan mereka ikuti walaupun bapak-bapak merka tidak mengetahui sesuatu dan tidak pula memperoleh petunjuk?“.( Al Maaidah 104)

“Dan apabila dikatakan kepada mereka,“ Ikutilah apa yang diturunkan Allah“, Mereka berkata“ Bahkan kami mengikuti apa-apa yang kami dapati bapak-bapak kami atasnya.“ Apakah mereka mengikutinya meskipun setan menyeru mereka kepada adzab neraka?“( Luqman 21)

Tata cara pernikahan hindu al:

inilah daftar ritual agama yang dilakukan manusia Bali Hindu sesuai dengan tradisi di Bali:

  1. Pegedong-gedongan - dilakukan saat kehamilan berumur 175 hari ( 6 bulan kalender). Upacara pertama sejak tercipta sebagai manusia.
  2. Bayi Lahir - upacara angayu bagia atas kelahiran. Perawatan terhadap ari-ari si bayi.
  3. Kepus Puser - bayi mulai diasuh Hyang Kumara.
  4. Ngelepas Hawon - dilaksanakan pada bayi berumur 12 hari.
  5. Kambuhan - upacara bulan pitung dina (42 hari), perkenalan pertama memasukkan tempat suci pemrajan.
  6. Nelu Bulanin/Nyambutin - upacara tiga bulanan (105 hari), penekanannya agar jiwatma sang bayi benar-benar berada pada raganya.
  7. Otonan (Oton Tuwun) - upacara saat pertama bayi menginjakan kakinya pada Ibu Pertiwi (210 hari).
  8. Tumbuh Gigi - mohon berkah agar gigi si bayi tumbuh dengan baik.
  9. Meketus - si anak sudah tidak lagi diasuh Hyang Kumara (tidak lagi mebanten di pelangkiran Hyang Kumara)
  10. Munggah Daha / raja sewala - upacara menginjak dewasa, saat-saat merasakan getaran asmara.
  11. Potong Gigi/metatah - simbolis pengendalian Sad Ripu.
  12. Mawinten - mohon waranugraha utk mempelajari ilmu pengetahuan.
  13. Upacara Perkawinan - (a) medengen-dengenan (mekala-kalaan), (b) natab.
  14. Upacara Ngaben/Palebon - pengembalian panca mahabuta.
  15. Upacara Nyekah/Malagia - Atma Wedana yang dilanjutkan dengan ngelingihin Betara Hyang di pemrajan.
  16. Upacara Piodalan dan Pecaruan – memohon ketentraman alam

Upacara Perkawinan Adat Bali

Peralatan Mekala-kalaan dan symbol upacara adat perkawinan Bali

1. Sanggah Surya/bambu melekungmerupakan niyasa (simbol) istana Sang Hyang Widhi Wasa,

2. Kelabang Kala Nareswari (Kala Badeg)simbol calon pengantin yang diletakkan sebagai alas upacara mekala-kalaan serta diduduki oleh kedua calon pengantin.

3. Tikeh Dadakan (tikar kecil)Tikar yang diduduki oleh pengantin wanita sebagai simbol selaput dara (hymen) dari wanita.

4. Keris sebagai kekuatan Sang Hyang Purusa (kekuatan lingga) calon pengantin pria.

5. Benang Putihdibuatkan sepanjang setengah meter,

6. Tegen – tegenanMakna tegen-tegenan merupakan simbol dari pengambil alihan tanggung jawab sekala dan niskala. Adapun Perangkat tegen-tegenan ini :

  1. Batang tebu berarti hidup pengantin mengandung arti kehidup dijalani secara bertahap seperti hal tebu ruas demi ruas, secara manis.
  2. Cangkul sebagai simbol Ardha Candra. Cangkul sebagai alat bekerja, berkarma berdasarkan Dharma.
  3. Periuk simbol windhu.
  4. Buah kelapa simbol brahman (Sang Hyang Widhi).
  5. Seekor yuyu/kepiting simbol bahasa isyarat memohon keturunan dan kerahayuan.

7. Suwun-suwunan(sarana jinjingan)Berupa bakul yang dijinjing mempelai wanita yang berisi talas, kunir, beras dan bumbu-bumbuan melambangkan tugas wanita atau istri mengembangkan benih yang diberikan suami, diharapkan seperti pohon kunir dan talas berasal dari bibit yang kecil berkembang menjadi besar.

8. Dagang-daganganmelambangkan

9. Sapu lidi (3 lebih). Simbol Tri Kaya Parisudha.

10. ambuk Kupakan (serabut kelapa). Serabut kelapa dibelah tiga, di dalamnya diisi sebutir telor bebek, kemudian dicakup kembali di luarnya diikat dengan benang berwarna tiga (tri datu).

11. Tetimpugadalah bambu tiga batang yang dibakar dengan api dayuh

Rangkaian tahapan upacara pernikahan adat Bali:

1.Upacara Ngekeb:

Merupakan prosesi luluan, mandi – mandi buat manten wanita

2. Mungkah Lawang (Buka Pintu):

Seorang utusan Mungkah Lawang bertugas mengetuk pintu kamar tempat pengantin wanita berada sebanyak tiga kali

3. Upacara Mesegehagung:

Mesegehagung yang tak lain bermakna sebagai ungkapan selamat datang kepada pengantin wanita

4. Madengen–dengen:

Upacara ini bertujuan untuk membersihkan diri atau mensucikan kedua pengantin dari energi negatif dalam diri keduanya. Upacara dipimpin oleh seorang pemangku adat atau Balian

yang paling penting adalah adanya proses penyelubungan kain kuning kepada kedua mempelai dan pada saat itulah, mempelai mendapatkan pemercikan air paritta. Pengertian penyelubungan kain kuning ini adalah bahwa sejak saat itu, kedua pribadi yang menikah telah dipersatukan. Oleh karena itu, badan mereka dapat berbeda, namun, hendaknya batin bersatu dan bersepakat untuk mencapai kebahagiaan rumah tangga. Sedangkan pemercikan air paritta melambangkan bahwa seperti air yang dapat membersihkan kekotoran badan maupun barang, maka demikian pula, dengan pengertian Buddha Dhamma yang dimiliki hendaknya dapat membersihkan pikiran kedua mempelai dari pikiran-pikiran negatif terhadap pasangan hidupnya, yang sekaligus juga merupakan teman hidupnya.

Senin, 20 Juni 2011

SKRIPSIKU TEMPO DULU

Kucoba mengedit ulang skripsi yang pernah kubuat dimasa kuliah dulu, dengan maksud mengabadikannya didalam sebuah blog dan berharap siapapun yang ingin membaca dapat membacanya
Klo mo lihat skipsinya download disini ya
Disini

Wassalam

Selasa, 31 Mei 2011

PERCAKAPAN PENGHUNI SURGA, NERAKA DAN A’RAAF

Berkata penghuni surga, kepada penghuni neraka

Kami telah memperoleh apa yang Tuhan kami telah janjikan kepada kami

Adakah kamu memperoleh apa yang Tuhanmu janjikan kepadamu?

Betul kami menerima azab sebagaimana yang Tuhan kami menjanjikan pada kami


Berkata pula arang-orang yang berada di tempat tertinggi di A'Raaf

Berada antara surga dan neraka

Saat mereka memandang penghuni surga mereka berkata “Salaamun ‘alaikum”

Dan mereka berharap mereka segera memasukinya

Ketika pandangan mereka palingkan kenghuni neraka mereka berkata

Adakah harta yang kau kumpulkan dan kau sombongkan bermanfaat bagimu

Dan mereka bermohon agar jangan ditempatkan bersama dengan mereka


Berkata pula penghuni neraka kepada penghuni surga

Berikan kepada kami sedikit air dan makanan yang telah Tuhan rezki-kan kepadamu

Mereka penghuni surga menjawab

Allah mengharamkan keduanya bagi kalian penghuni neraka


Percakapan ini dapat kita baca dalam QS Al A'Raaf ayat 44 s/d 53



Jumat, 15 April 2011

KEISTIMEWAAN WANITA DALAM ISLAM

1. MEMBERIKAN KETENANGAN

" dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS: Ar-Rum 21)

Didalam hadits juga dikisahkan bagaimana Khadijah dapat membarikan ketenangan pada saat Rasulullah pertama kali mendapat wahyu

“Maka kembalilah Rasulullah saw. dengan hati yang gemetar, sehingga sampai ke rumah Khadijah binti Khuailid r.a. dan berkata: Selimutilah aku (Zammiluni, Zammiluni), lalu diselimuti dan ditenangkan hingga hilang rasa takut dan gemetarnya, lalu Nabi saw. bersabda pada Khadijah sesudah menceritakan semua kejadian yang dialaminya: Aku khawatir atas diriku. Jawab Khadijah untuk menenangkan hatinya: Tidak, jangan khawatir. Demi Allah, Allah tidak akan menghinakan engkau untuk selamanya. Engkau selalu menghubungi famili, senang menanggung kesukaran yang berat, membantu orang yang fakir miskin, menjamutamu, dan membantu meringankan penderitaan yang hak. ( hr: Bukhari Muslim )

2. MEMPUNYAI KEDUDUKAN YANG SAMA DALAM HAL NILAI IBADAH

*"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan
dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya
kehidupan yang baik"* *(An-Nahl:97)*

*"Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun
wanita, sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga
dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun"* *(An-Nisa':124)*

*"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan
yang mu'min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta'atannya,
laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar,
laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang
bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan
yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut
(nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang
besar"**(Al-Ahzab:35)*

3. PEMBERI KETURUNAN

“ dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” ( QS: Luqman 14 )

4. MENJADI PERISAI API NERAKA

Diriwayatkan dari Aisyah radhiallahu’anha dia telah berkata:
“ Seorang perempuan dating menemuiku dengan membawa dua orang anak perempuannya, lalu dia meminta sesuatu dariku. Pada saat itu tidak ada makanan dirumah kecuali sebiji kurma. Kemudian aku memberikan kurma itu kepadanya. Perempuan tersebut mengambil kurmayang diberikan lalu membagikan kepada dua orang anak perempuannya dan dia tidak memakannya walaupun sedikit. Kemudian dia berdiri dan keluar bersama dengan dua orang anak perempuannya.Tidak lama kemudian Rasulullah SAW pulang. Kejadian tersebut lalu aku ceritakan pada beliau. Mendengar peristiwa tersebut kemudian beliau bersabda.” Barang siapa mendapat cobaan dari anak-anak perempuannya, tetapi dia tetap berbuat baik kepadanya, niscaya mereka akan menjadi perisai neraka baginya.” ( HR Muttafaq’alaih )

5. LEBIH DIHORMATI

“ seorang laki-laki datang menghadap Nabi Saw seraya bertanya:” Ya Rasulullah Siapakah orang yang patut aku bergaul dengan baik?
Jawab Nabi; Ibumu
Tanya orang itu pula : Siapa lagi?
Jawab Nabi : Ibumu
Tanya orang itu pula : Siapa lagi?
Jawab Nabi : Ibumu
Tanya orang itu sekali lagi : Siapa lagi ?

Minggu, 10 April 2011

KEIMANAN

Kehidupan didunia adalah suatu kehidupan yang fana, sementara atau kehidupa yang tidak abadi.Kehidupan yang hanya merupakan jembatan untuk menuju ke kehidupan yang abadi.Untuk memperoleh kebahagiaan dalam kehidupan yang abadi maka tak ada jalan lain yang harus kita tempuh dalam kehidupan di dunia ini yaitu harus dengan keimanan atau memiliki iman, Keimanan dalam beragama.
Keimanan merupakan keyakinan dalam hati yang diikuti dengan ucapan dan diterapkan dalam perbuatan.
" Iman adalah egkau beriman kepada Allah para Malaikat_Nya, kitab-kita-Nya, para Rasul-Nya, dan kepada hari akhir, serta engkau beriman kepada taqdir yang baik maupun yang buruk. (HR Bukhari dan Muslim)
Dengan kata lain iman itu terdiri dari:
1. Iman kepada Allah swt
2. Iman kepada para Malaikat
3. Iman kepada kitab-kitab Allah
4. Iman kepada para Rasul
5. Iman kepada hari akhir
6. Iman kepada takdir

Sekarang marilah kita coba renungkan hal dibawah ini:

Yakinkah engkau akan adanya Tuhan
Tuhan Yang Maha Esa, Tunggal, hanya satu tidak beranak, berayah juga beribu.
Tuhan yang mempunyai sifat sempurna dan tidak sesuatupun yang menyerupai Allah baik dalam Asma dan sifat-Nya.
Tuhan yang menciptakan langi-langit dan bumi.
Tuhan yang menguasai kerajaan langit dan bumi dan diantara keduanya.
Tuhan yang menciptakan semua mahluk termasuk dirimu, mengurus semuanya tanpa henti.
Tuhan yang harus kita sembah, kita taati, kita ibadahi baik secara lahir maupun batin, hanya pada Nya semata-mata hanya pada-Nya, dan langsung pada-Nya.
Tidak melalui perantara apapun, baik melalui barang yang kau bentuk
Tidak berupa makanan atau hasil bumi yang kau kumpulkan kemudian kau jadikan perantara dalam menyembahnya
Atau tidak juga mahluk sepertimu yang diciptakanNya yang kemudian kau jadikan tandingan dalam penyembahanNya


Yakinkah dirimu ada mahluk lain yang diciptakan Allah selain dirimu
Yang diciptahan-Nya dari cahaya, yang diberinya nama, sifat dan tugas-tugas tertentu.
Malaikat yang empuyai sifat tunduk dan patuh akan perintah Allah dan tidak pernah menentang perintah Allah swt.
Mereka ada yang diberi nama Jibril, Mikail, Israfil, Ridwan, Malik dan masih banyak nama yang lainnya.
Mereka ada yang diberi tugas menyampaikan wahyu, membagi rezki, menjaga surga, menjaga neraka, mencatat amal perbuatan yang kita lakukan, dan tugas lainnya.
Masing-masing nama diberi masing-masing tugas.kita mungkin tidak menyadari keberadaannya karena memang kita tidak pernah melihatnya, tetapi suatu saat aku, kau dan kita semua yang masih hidup pasti akan bertemu dengan salah satu darinya.
Untuk pertama kalinya dalam hidup dan yang akan mengakhiri kehidupan kita didunia ini ya kita akan bertemu malaikat yang akan memisahkan jiwa dengan raga kita, kita akan bertemu dengan malaikat yang diberi nama Ijrail (Malaikat maut), ya malaikat pencabut nyawa.
Kemudian kita akan bertemu dengan malaikat-malaikat selanjutnya yang akan menjalankan tugasnya terhadap kita.
Karenanya jangan tunggu sampai kita bertemu dengannya baru kita mengimaninya
jika itu kau terjadi maka terlambatlah keimanan kita.

Dari kecil kita sudah diajarkan membaca sebuah kitab.
Ada kitab yang berisi syair-syair lagu
Ada kitab yang berisi sejarah tokoh-tokoh
Ada kitab hitung dan masih banyak lagi kitab yang lainnya
Kitab-kitab itu ada yang benar-benar percaya, kau yakini, bahkan kau turuti satu demi satu ,langkah demi langkah petunjuk yang ada didalamnya.
Semua kitab-kitab itu adalah hasil pikiran, hasil karya manusia semata.
Sekarang sudahkah aku, kau dan kita semua mengimani kitab-kitab-Nya.
Kitab Allah yang merupakan kumpulan kalamullah yang diwahyukan kepada para rasul-agar mereka menyampaikannya kepada manusia.
Mengimani kitab-Nya berarti kita yakin bahwa kitab-kitab itu benar-benar diturunkan dari Allah, mempercayai berita yang terdapat didalamnya
Kitab-kitab itu adalah Zabur, Taurat, Injil dan Alqur'an.
Khusus untk kita umat akhir zaman kita wajib mengamalkan isi yang ada dalam kitab suci Al-Qur'an.

Aku yakin aku, kau dan kita semua tak pernah melihat wajahnya.
Kitapun tak pernah mendengar suaranya
Ya.... karena kita memang hidup tidak dizaman mereka hidup.
Tapi kita harus yakin mereka itu ada, mereka adalah manusia-manusia pilihan
Manusia yang dipercaya oleh Allah Swt tuk menerima wahyu dari Allah dengan membawa syariat untuk disampaikan kepada kita umatnya baik yang dikenalnya atau tidak, yang memusuhinya ataupun tidak.
Mereka para Rasul dan nabi, mereka adalah laki-laki terpilih bukan seorang wanita dan tak mungkin seorang wanita.
Kita harus mengimaninya itu berarti kita harus meyakini bahwa Allah telah mengutus para nabi dan rasul pada tiap-tiap umat agar menyeru mereka untuk beribadah kepada Allah swt saja, dan meyakini keberadaan mereka baik yang dikisahkan keberadaannya maupun yang tidak dikisahkan keberadaannya, kemudian meyakini pula bahwa Muhammad saw adalah nabi dan rasul terakhir atau penutup dari para nabi dan rasul sebelumnya yang diutusuntuk kita semua umat akhir zaman.

Keimanan selanjutnya yang harus kita miliki adalah iman kepada hari akhir.
Hari akhir meliputi akhir hidup kita (kematian), adanya adzab dan nikmat kubur,hari kiamat, kemudian adanya hari kebangkitan, disediakannya telaga bagi gologan nabi Muhammad, diadakannya peritungan untuk amal perbuatan kita selama didunia,kemudian terakhir sebelu sampai ke surga kita akan melalui jebatan yang disebut Ash Shirath.

Terakhir iman yang harus kita miliki adalah iman kepada taqdir.
Taqdir adalah semua ketentuan Allah terhadap semua mahluk-Nya sesuai dengan ilmu dan hikmah-Nya. Meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah mengetahui segala sesuatu tentang mahluk-Nya sebelum menciptakannya, dan meyakini tak ada sesuatupun yang terjadi kecuali atas kehendak-Nya dan sesuai dengan ilmu-Nya.

Senin, 04 April 2011

T A K D I R

takdir.............................
dia ketentuan dari Allah SWT
tak ada yang bisa mengubah takdir
tak ada juga yg tau takdir dirinya

Surga adalah takdir
Neraka juga takdir
jumlah usiamu takdir
engkau jadi seorang lelaki takdir
engkau jadi seorang wanita juga takdir
seorang ibu mengandung takdir
seorang ibu melahirkan takdir
seorang ibu menyusui juga takdir

coba katakan padaku
coba tunjukan padaku
siapa yang bisa mengubah takdir
siapa yang bisa menghilangkan takdir

adakah yg bisa mengubah surga menjadi tempat yg tidak menyenangkan
atau adakah yg bisa menghilangkan surga
sebaliknya adakah yang bisa mengubah neraka menjadi tempat yg menyenangkan
atau adakah yang bisa menghilangkan neraka agar semua mahluk tempat kembalinya adalah surga

adakah yg bisa mengubah seorang lelaki menjadi wanita
atau sebaliknya adakah seorang wanita diubah bisa menjadi seorang lelaki
operasi alat kelamin memang bisa terjadi
tetapi adakah yg bisa memindahkan rahim dan sel telur yg ada pada tubuh seorang wanita kepada seorang lelaki
atau adakah seorang lelaki yg telah menjalani operasi kelamin bisa mengandung, melahirkan atau memberikan asi-nya

itulah takdir
yang harus diterima
yang harus dijalani dengan ikhlas
dan harus dijalani dengan sabar dan lapang dada