Selasa, 13 Oktober 2009

YA RABB

La Tahzan
Fa-inna ma'al 'usri yusraa
Inna ma'al 'usri yusraa
Wallaahu ma'as shaabiriin
Wallaahu yuhibbus shaabiriin

Kalimat kalimat diatas merupakan kutipan dari firmanMu ya Allah
Firman penguat hati tatkala ku sedang berduka
Pemberi semangat tatkala ku sedang dihadang masalah
juga penguat hati tuk tetap bersabar

Ya... Rabb
Jika kurenung , kurenung dan semakin kurenung
Betapa semakin tak sanggup aku jauh darimu
Tak ingin sekejap matapun,sekejap walau hanya sekejap

Begitu lemahnya aku
Begitu kecilnya aku
Begitu tak berdayanya aku
Hanya kepadaMu kupasrahkan hidupku

Jumat, 09 Oktober 2009

TAHU PANGGANG

Tahu panggang

.Tahu Chiffon.

Bahan:
3 butir kuning telur
3 putih telur
2 buah tahu besar, haluskan
5 butir bawang merah, iris halus
2 sendok makan minyak goreng
garam secukupnya

Cara Membuat
Kocok putih telur sampai kaku.
Kocok kuning telur, tambahkan kedalamnya tahu, dan garam. Aduk sampai rata.
Tumis bawang merah sampai harum. Masukkan adonan tahu.
Tambahkan putih telur, aduk rata.
Tuang dalam pinggan tahan api yang sudah dioles margarin.
Oven dengan api sedang sampai matang.
Hidangkan dengan saus tomat. Sumber: Sedap Sekejap

Rabu, 07 Oktober 2009

BERSEGERALAH MENGGAPAI MAGFIRAH

Ramadhan yang didalmnya mengandung magfirah berlalu sudah,Dibulan Ramadhan magfirah yg kita harapkan tentu saja dr Allah Swt. Sekarang kita berada dibulan syawal dimana hampir semua umat muslim saling bersilaturahim yg juga tujuannya untuk memohon magfirah tetapi tentu saja magfirah antara sesama umat. Duhai betapa sedihnya dan ruginya kita jika kita hanya mengharapkan magfirah baik itu dari Allah maupun sesama umat jika hanya menanti bulan Ramadhan dan Syawal saja padahal Allah telah memberitahukan kita lewat firmanNya dalam Al-Quran "Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu ..........."(QS;Ali 'Imran:133) Bukankah ini berarti kapanpun kita melakukan kesalahan atau perbuatan dosa segeralah memohon ampunanNya tak usah menunggu bulan Ramadhan tiba. Untuk itu marilah saudaraku kita kenali perbuatan-perbuatan yg akan mengakibatkan dosa baik itu berhubungan dengan Allah ataupun sesama umatnya atau mungkin keduanya dan kemudian jangan tunggu esok atau bahkan sejam atau semenit kemudian tapi langgsunglah mohon ampunan atau minta maaf kepada yg bersangkutan. Akhirnya semoga kita dapat menjadi umat yg terbebas dari dosa disaat ajal menjemput tiba ami..n.

Minggu, 04 Oktober 2009

CIRI-CIRI IKHLAS

(1)keikhlasan hadir bila Anda takut akan popularitas
Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata, “Sedikit sekali kita melihatorang yang tidak menyukai kedudukan dan jabatan. Seseorang bisa menahandiri dari makanan, minuman, dan harta, namun ia tidak sanggup menahandiri dari iming-iming kedudukan. Bahkan, ia tidak segan-seganmerebutnya meskipun harus menjegal kawan atau lawan.” Karena itu takheran jika para ulama salaf banyak menulis buku tentang laranganmencintai popularitas, jabatan, dan riya.Fudhail bin Iyadh berkata, “Jika Anda mampu untuk tidak dikenal olehorang lain, maka laksanakanlah. Anda tidak merugi sekiranya Anda tidakterkenal. Anda juga tidak merugi sekiranya Anda tidak disanjung ornaglain. Demikian pula, janganlah gusar jika Anda menjadi orang yangtercela di mata manusia, tetapi menjadi manusia terpuji dan terhormatdi sisi Allah.”Meski demikian, ucapan para ulama tersebut bukan menyeru agar kita mengasingkan diri dari khalayak ramai (uzlah).Ucapan itu adalah peringatan agar dalam mengarungi kehidupan kita tidakterjebak pada jerat hawa nafsu ingin mendapat pujian manusia. Apalagi,para nabi dan orang-orang saleh adalah orang-orang yang popular. Yangdilarang adalah meminta nama kita dipopulerkan, meminta jabatan, dansikap rakus pada kedudukan. Jika tanpa ambisi dan tanpa meminta kitamenjadi dikenal orang, itu tidak mengapa. Meskipun itu bisa menjadimalapetaka bagi orang yang lemah dan tidak siap menghadapinya.

.(2). Ikhlah ada saat Anda mengakui bahwa diri Anda punya banyak kekurangan.
Orang yang ikhlas selalu merasa dirinya memiliki banyak kekurangan.Ia merasa belum maksimal dalam menjalankan segala kewajiban yangdibebankan Allah swt. Karena itu ia tidak pernah merasa ujub dengansetiap kebaikan yang dikerjakannya. Sebaliknya, ia cemasi apa-apa yangdilakukannya tidak diterima Allah swt. karena itu ia kerap menangis.Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang maksudfirman Allah: “Dan orang-ornag yang mengeluarkan rezeki yang dikaruniaikepada mereka, sedang hati mereka takut bahwa mereka akan kembalikepada Tuhan mereka.” Apakah mereka itu orang-orang yang mencuri,orang-orang yang berzina, dan para peminum minuman keras, sedang merekatakut akan siksa dan murka Allah ‘Azza wa jalla? Rasulullah saw.menjawab, “Bukan, wahai Putri Abu Bakar. Mereka itu adalah orang-orangyang rajin shalat, berpuasa, dan sering bersedekah, sementera merekakhawatir amal mereka tidak diterima. Mereka bergegas dalam menjalankankebaikan dan mereka orang-orang yang berlomba.” (Ahmad)

.(3). Keikhlasan hadir ketika Anda lebih cenderung untuk menyembunyikan amal kebajikanOrang yang tulus adalah orang yang tidak ingin amal perbuatannyadiketahui orang lain. Ibarat pohon, mereka lebih senang menjadi akaryang tertutup tanah tapi menghidupi keseluruhan pohon. Ibarat rumah,mereka pondasi yang berkalang tanah namun menopang keseluruhan bangunan.Suatu hari Umar bin Khaththab pergi ke Masjid Nabawi. Ia mendapatiMu’adz sedang menangis di dekat makam Rasulullah saw. Umar menegurnya,“Mengapa kau menangis?” Mu’adz menjawab, “Aku telah mendengar haditsdari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda, ‘Riya sekalipun hanyasedikit, ia termasuk syirik. Dan barang siapa memusuhi kekasih-kekasihAllah maka ia telah menyatakan perang terhadap Allah. SesungguhnyaAllah menyukai orang-orang yang baik, takwa, serta tidak dikenal.Sekalipun mereka tidak ada, mereka tidak hilang dan sekalipun merekaada, mereka tidak dikenal. Hati mereka bagaikan pelita yang menerangipetunjuk. Mereka keluar dari segala tempat yang gelap gulita.” (IbnuMajah dan Baihaqi)

(4). Ikhlas ada saat Anda tak masalah ditempatkan sebagai pemimpin atau प्रजुरित
Rasulullah saw. melukiskan tipe orang seperti ini dengan berkataan,“Beruntunglah seorang hamba yang memegang tali kendali kudanya di jalanAllah sementara kepala dan tumitnya berdebu. Apabila ia bertugasmenjaga benteng pertahanan, ia benar-benar menjaganya. Dan jika iabertugas sebagai pemberi minuman, ia benar-benar melaksanakannya.”Itulah yang terjadi pada diri Khalid bin Walid saat Khalifah Umarbin Khaththab memberhentikannya dari jabatan panglima perang. Khalidtidak kecewa apalagi sakit hati. Sebab, ia berjuang bukan untuk Umar,bukan pula untuk komandan barunya Abu Ubaidah. Khalid berjuang untukmendapat ridha Allah स्वत

.5. Keikhalasan ada ketika Anda mengutamakan keridhaan Allah daripada keridhaan manusia
Tidak sedikit manusia hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Bilaorang itu menuntun pada keridhaan Allah, sungguh kita sangat beruntung.Tapi tak jarang orang itu memakai kekuasaannya untuk memaksa kitabermaksiat kepada Allah swt. Di sinilah keikhlasan kita diuji. Memilihkeridhaan Allah swt. atau keridhaan manusia yang mendominasi diri kita?Pilihan kita seharusnya seperti pilihan Masyithoh si tukang sisir anakFir’aun. Ia lebih memilih keridhaan Allah daripada harus menyembahFir’औं

(6). Ikhlas ada saat Anda cinta dan marah karena Allah
Adalah ikhlas saat Anda menyatakan cinta dan benci, memberi ataumenolak, ridha dan marah kepada seseorang atau sesuatu karena kecintaanAnda kepada Allah dan keinginan membela agamaNya, bukan untukkepentingan pribadi Anda. Sebaliknya, Allah swt. mencela orang yangberbuat kebalikan dari itu. “Dan di antara mereka ada orang yangmencela tentang (pembagian) zakat. Jika mereka diberi sebagiandaripadanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberisebagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.”(At-Taubah: 58)

(7)। Keikhalasan hadir saat Anda sabar terhadap panjangnya jalanKeikhlasan Anda akan diuji oleh waktu
Sepanjang hidup Anda adalahujian. Ketegaran Anda untuk menegakkan kalimatNya di muka bumi meskitahu jalannya sangat jauh, sementara hasilnya belum pasti dan kesulitansudah di depan mata, amat sangat diuji. Hanya orang-orang yangmengharap keridhaan Allah yang bisa tegar menempuh jalan panjang itu.Seperti Nabi Nuh a.s. yang giat tanpa lelah selama 950 tahun berdakwah.Seperti Umar bin Khaththab yang berkata, “Jika ada seribu mujahidberjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada seratusmujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika adasepuluh mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jikaada satu mujahid berjuang di medan juang, itulah aku!

”(8) Ikhlas ada saat Anda merasa gembira jika kawan Anda memiliki kelebihanYang paling sulit adalah menerima orang lain memiliki kelebihan yangtidak kita miliki.

SEBAB KERAS ATAU LEMBUTNYA HATI

diantara sebab kerasnya hati adalah;
1. Berlebihan dalam berbicara
2. Melakukan kemaksiatan atau tidak menunaikan kewajiban
3. Terlalu banyak tertawa
4. Terlalu banyak makan
5. Banyak berbuat dosa.
6. Berteman dengan orang-orang yang jelek agamanya

Agar hati yang keras menjadi lembutDisebutkan oleh Ibnu al-Qayyim di dalam al-Wabil as-Shayyib [hal।99] bahwa suatu ketika ada seorang lelaki yang berkata kepada Hasan al-Bashri, “Wahai Abu Sa’id! Aku mengadu kepadamu tentang kerasnya hatiku।” Maka Beliau menjawab,
1. “Lembutkanlah hatimu dengan banyak berdzikir।
2. Membaca al-Qur’an dan merenungi kandungan maknanya
3. Memperbanyak ketaatan (ibadah kepada-Nya)
4. Mengingat kematian, menyaksikan orang yang sedang di ambang kematian atau melihat jenazah orang
5. Mengkonsumsi makanan yang halal
6. Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat
7. Sering mendengarkan nasehat
8. Mengingat kengerian hari kiamat, sedikitnya bekal kita dan merasa takut kepada Allah
9. Meneteskan air mata ketika berziarah kubur
10. Mengambil pelajaran dari kejadian di dunia seperti melihat api lalu teringat akan neraka
11. Berdoa
12. Memaksa diri agar bisa menangis di kala sendiri[diringkas dari al-Buka' min Khas-yatillah, hal. 18-33 karya Ihsan bin Muhammad al-'Utaibi]

Jumat, 21 Agustus 2009

MARHABAN YA RAMADHAN

Marhaban ya Ramadhan, marhaban ya Ramadhan, marhaban ya Ramadhan
Malam ini aku merasa aku begitu bahagia sekali aku bisa menyongsong bulan suci ini kembali
Bulan agung,bulan yg didalamnya Engkau berikan banyak keistimewaan
Bulan yg sepertiga awalnya Kau berikan rahmah
sepertiga pertengahannya Kau berikan ampunan dan
seoertiga terakhirnya ada pembebasan dari api neraka
Kau karuniai pula salah satu malam didalamnya lebih baik dari seribu bulan
Kau lipat gandakan pahala 70 x lipat bagi mereka yg mengerjakan ibadah wajib
Kau beri nilai ibadah wajib bagi mereka yg mengerjakan ibadah sunat
Kau karuniai pula pahala sebesar pahala org yg berpuasa bagi mereka yg memberikan berbuka padanya tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikitpun ditambah lagi ampunan atas dosa2nya, pembebasan dirinya dari api neraka dan memperoleh minuman dari milik Allh Swt yg barang siapa meminumnya tidak akan haus sampai ia masuk kesurgaNya.
Ya Allah aku berharap aku bisa memperoleh semua keistimewaan yg Kau berikan dibulan suciMu ini.
Amin amin amin ya Allah ya Rhabbal alamiin

1 Ramadhan 1430 H

Kamis, 06 Agustus 2009

UNTUK SUAMI BILA ISTRI CEREWET

seorang lelaki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar
bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan
kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki
itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel,
marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar.
Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar
diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki
itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun
lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya
mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka

Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan
pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya,
membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat
darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang
raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.

Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi
laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah
istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab
yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan
akhirat.

Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran
api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari
liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari,
bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke
langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu
istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah

Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang
malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan
terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan
uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga,
memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan
darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama
24 jam, tanpa bayaran.

Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan
penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang
sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara
rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal
itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena
(mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari
semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan

Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi
berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar.
Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata
busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang
pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada
yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri.
Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak

Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan
bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang
menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas
agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan
pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas
membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang
membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan
tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan

Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras,
beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi.
Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur
asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam
melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi
anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan
memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran
bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun
terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri
si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik
untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci
suami.