500. gr daging kambing,potong dadu 2 cm.
7. lbr daun kol, buang tulang daunnya, potong kasar
4. bh cabai merah, iris serong tipis
5. bh bawang merah, iris tipis
3. siung bawang putih, iris tipis
1/2. sdt lada bubuk
4. sdm kecap manis
2. sdm air jeruk nipis
3. sdm minyak goreng untuk menumis
500. ml santan
2. sdt garam
1. sdt gula pasir
Cara membuat:Tumis bawang putih sampai harum, masukkan bawang merah dan cabai merah iris, tumis sampai layu.Masukkan daging kambing, aduk sampai daging berubah warna dan kaku. Tuang air, tambahkan kecap, lada, garam, dan gula pasir, masak sampai daging lunak dan kuah tinggal sedikit. Tuang santan, masak sampai mendidihTambahkan kol, masak sampai kol matang, tambahkan air jeruk nipis, aduk sebentar, angkat
Senin, 01 Juni 2009
Tempe Goreng Bumbu Kencur
Bahan:
300 gram tempe, potong-potong
100 gram tepung beras
1 butir telur
175 ml santan
minyak untuk menggorengBumbu halus:
3 siung bawang putih
1 sendok teh ketumbar sangrai
2 cm kencur
2 buah cabai merah
garam secukupnya
merica secukupnyaCara membuat:
Campur bumbu halus dengan tepung, telur, dan santan. Aduk rata.
Masukkan tempe ke dalam campuran bumbu dan tepung.
Goreng hingga kuning kecokelatan. Untuk 6 potongsumber: Sedap Sekejap
Tags: tempe, goreng, kencur
300 gram tempe, potong-potong
100 gram tepung beras
1 butir telur
175 ml santan
minyak untuk menggorengBumbu halus:
3 siung bawang putih
1 sendok teh ketumbar sangrai
2 cm kencur
2 buah cabai merah
garam secukupnya
merica secukupnyaCara membuat:
Campur bumbu halus dengan tepung, telur, dan santan. Aduk rata.
Masukkan tempe ke dalam campuran bumbu dan tepung.
Goreng hingga kuning kecokelatan. Untuk 6 potongsumber: Sedap Sekejap
Tags: tempe, goreng, kencur
Kamis, 28 Mei 2009
JADILAH KUNCI KEBAIKAN
عن أنس بن مالك قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” إن من الناس مفاتيح للخير مغاليق للشر و إن من الناس مفاتيح للشر مغاليق للخير ، فطوبى لمن جعل الله مفاتيح الخير على يديه ، و ويل لمن جعل الله مفاتيح الشر على يديه “Dari Anas bin Malik rodhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullahshollallahu ‘alaihi wa sallama bersabda, ‘Sesungguhnya diantara manusaiada yang menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan.Dan diantara manusia ada pula yang menjadi kunci-kunci pembukakeburukan dan penutup kebaikan. Maka beruntunglah orang yang Allahjadikan kunci-kunci kebaikan di tangannya dan celakalah bagiorang-orang yang Allah jadikan kunci-kunci keburukan di tangannya”.[1]Barangsiapa yang ingin menjadi kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan , hendaklah ia memenuhi hal berikut ini :1. Ikhlas untuk Allah dalam perkataan dan perbuatan. Karenaikhlas adalah asas segala kebaikan dan mata air segala keutamaan.2. Senantiasa berdo’a kepada Allah memohon bimbingan untukmenjadi kunci kebaikan. Karena do’a adalah kunci segala kebaikan. Allahtidak akan menolak hamba-Nya yang berdo’a kepada-Nya serta tidak akanmenyia-nyiakan seorang mukmin yang menyeru-Nya.3. Bersemangat menuntut dan mendapatkan ilmu. Karena ilmumengajak kepada keutamaan dan akhlak yang mulia, serta penghalang dariakhlak tercela dan perbuatan keji.4. Menjalakan ‘ibadatullah terutama yang fardhu, dan khususnyalagi sholat. Karena ia mencegah dari perbuatan keji dan munkar.5. Menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, serta menjauh dari akhlak tercela.6. Berteman dengan orang-orang baik dan sholeh. Karena dudukbersama orang-orang yang sholeh dinaungi malaikat dan diliputi rahmat.Serta menjauhkan diri dari duduk di majelis orang-orang yang jahat dantidak baik, sesungguhnya itu adalah tempat singgah setan.7. Menasehati manusia ketika bergaul dan berbaur denganmereka, dengan cara menyibukkan mereka dengan kebaikan dan memalingkanmereka dari keburukan.8. Mengingat hari berbangkit dan sa’at berdiri di hadapanRobbul ‘Alamiin. Ketika Ia membalas orang yang baik dengan kebaikan danorang yang jahat dengan hukuman. (Barangsiapa yang mengerjakan kebaikanseberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya Danbarangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya diaakan melihat (balasan)nya pula.[2])9. Dan pilar penyanggah semua itu adalah keinginan seoranghamba kepada kebaikan serta memberi manfaat kepada orang lain. Apabilakeinginan seseorang kuat, niat dan tekad sudah bulat serta memohonpertolongan kepada Allah dalam melakukan itu, lalu melakukannya sesuaijalurnya. Maka dengan izin Allah akan menjadi kunci-kunci pembukakebaikan dan penutup keburukan.[3]Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan. Amiin.[1] Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (237) dan dihasankan oleh Al-Albany di Shohih Sunan Ibnu Majah (194).[2] Al-Zalzalah : 7-8.[3] Al-Fawaid Al-Mantsuroh (161-162) oleh Syaikh Dr. Abdurrozaq bin Abdu Muhsin Al-Badr.sumber : http://abuzubair. net/2009/ 05/13/jadilah- kunci-kebaikan/
Wacana Psikologi Islam
By: Prof. Dr. Achmad Mubarok MA
Belum ada kesepakatan tentang penyebutan nama, apakah nama psikologi Islami atau psikologi Islam. Hal ini mengisyaratkan bahwa berbeda dengan disiplin ilmu sejarah Islam, Filsafat Islam atau hukum Islam-Ilmu psikologi Islam seperti halnya sosiologi Islam masih dalam proses pembangunan, dan belum mewujud sebagai sains. Kebaruan ini bukan berarti topik tentang psyche, nafs atau jiwa-belum dijamah oleh dunia keilmuan Islam, melainkan karena sejarah keilmuan yang berbeda. Psikologi, meskipun secara lughawi adalah psyche (jiwa, roh) dan logos (ilmu)-seharusnya adalah ilmu yang berbicara tentang jiwa sehingga dalam bahasa Indonesia juga disebut Ilmu Jiwa-tetapi psikologi tidak membicarakan jiwa, melainkan perbuatan sebagai gejala dari jiwa.Sebagai disiplin ilmu baru, psikologi baru dikenal pada akhir abad ke-18M, tetapi akarnya telah menghunjam jauh ke dalam kehidupan primitive umat manusia sejak zaman dahulu kala. Plato sudah mengatakan bahwa manusia adalah jiwanya, sedangkan badannya hanyalah sekedar alat saja. Aristoteles, berbeda dengan Plato, ia mengatakan bahwa jiwa itu adalah fungsi dari badan seperti halnya penglihatan adalah fungsi dari mata. Kajian tentang nafs di Yunani selanjutnya menurun bersama dengan runtuhnya peradaban Yunani. Runtuhnya peradaban Yunani Romawi, memberi peluang kepada pemikir-pemikir Islam mengisi panggung sejarah. Melalui gerakan penerjemahan dan kemudian komentar serta karya orisinil yang dilakukan oleh para pemikir Islam terutama pada masa Dawlah Abbasiyah, esensi dari pemikiran Yunani diangkat dan diperkaya, dan selanjutnya melalui peradaban Islamlah Barat menemukan kembali kekayaan keilmuan yang telah hilang itu. Pemahaman tantang nafs oleh para ulama generasi pertama tidak diilhami dari pemikiran Yunani, tetapi dari al-Quran dan hadits. Kata nafs disebut alQuran lebih dari 300 kali. Demikian juga dalam hadits nafs banyak disebutkan. disebut alQuran dengan term lain, yaitu qalb, ‘aql, rûh dan bashirah. Dalam kaitannya dengan upaya membangun kesehatan mental manusia, kajian nafs yang berkembang bukan psikologi tetapi tasawuf dan akhlak, yakni ilmu yang menekankan nafs sebagai sifat tercela yang perlu disucikan (tazkiyah an nafs) agar menjadi nafs yang sehat (nafs muthma-innah) . Di sayap lain para failasuf Muslim juga terpengaruh oleh pemikiran Yunani dalam membahas nafs dan ruh sehingga kubu filsafat Islam diwakili oleh Ibn Rusyd, yang terlibat perdebatan akademik berkepanjangan dengan al-Ghazâli dari kubu Ilmu Kalam dan tasawuf. Dalam kurun waktu lebih dari tujuh abad, nafs dibahas di dunia Islam dalam kajian yang bersifat sufistik dan falsafi. Setelah dunia Islam jatuh dalam cengkeraman penjajahan Barat dan selanjutnya berada dalam di bawah pengaruh budaya sekuler Barat, banyak mahasiswa Muslim yang tergila-gila terhadap semua aspek peradaban yang datang dari Barat. Menurut Dr. Malik B. Badri, ada tiga fase perkembangan sikap psikolog muslim terhadap psikologi modern yang berasal dari Barat, yaitu (1) fase infantuasi, (2) fase rekonsiliasi dan (3) fase emansipasi. Pada fase pertama mahasiswa muslim tergila-gila kepada teori psikologi dan tekniknya yang memikat. Mereka mengikuti sepenuhnya teori-teori psikologi modern tanpa kritik. Pada fase kedua mereka sudah mulai mencocok-cocokkan apa yang ada dalam teori psikologi dengan apa yang ada dalam alQuran. Mereka beranggapan bahwa di antara keduanya tidak ada pertentangan. Pada fase terakhir, mereka makin bersifat kritis terhadap pandangan-pandangan psikologi modern dan mengalihkan perhatiannya pada alQuran, hadits dan khazanah klasik Islam yang ternyata juga membahas nafs dan manusia. Tentang khazanah klasik menurut Imam Abu Manshur al-Tha’libî, ditemukan ada lima puluh kata yang digunakan kaum Muslimin untuk menyatakan tingkat perkembangan manusia seperti janin, walid, radi’i, baligh, murahiq dan lain-lain. Pada akhirnya mereka mulai menyadari ketika mengkaji psikologi, mereka merasa sebagai Muslim yang psikolog, bukan psikolog yang kebetulan Muslim. Pandangan psikologi modern yang dipandang secara kritis terutama yang berhubungan dengan pandangan teori psikoanalisa dan behaviorisme karena kedua teori itu merendahkan martabat manusia sebagai hamba dan khalifah Allah, sementara teori yang humanistik dipandang mendekati pandangan Islam.
Belum ada kesepakatan tentang penyebutan nama, apakah nama psikologi Islami atau psikologi Islam. Hal ini mengisyaratkan bahwa berbeda dengan disiplin ilmu sejarah Islam, Filsafat Islam atau hukum Islam-Ilmu psikologi Islam seperti halnya sosiologi Islam masih dalam proses pembangunan, dan belum mewujud sebagai sains. Kebaruan ini bukan berarti topik tentang psyche, nafs atau jiwa-belum dijamah oleh dunia keilmuan Islam, melainkan karena sejarah keilmuan yang berbeda. Psikologi, meskipun secara lughawi adalah psyche (jiwa, roh) dan logos (ilmu)-seharusnya adalah ilmu yang berbicara tentang jiwa sehingga dalam bahasa Indonesia juga disebut Ilmu Jiwa-tetapi psikologi tidak membicarakan jiwa, melainkan perbuatan sebagai gejala dari jiwa.Sebagai disiplin ilmu baru, psikologi baru dikenal pada akhir abad ke-18M, tetapi akarnya telah menghunjam jauh ke dalam kehidupan primitive umat manusia sejak zaman dahulu kala. Plato sudah mengatakan bahwa manusia adalah jiwanya, sedangkan badannya hanyalah sekedar alat saja. Aristoteles, berbeda dengan Plato, ia mengatakan bahwa jiwa itu adalah fungsi dari badan seperti halnya penglihatan adalah fungsi dari mata. Kajian tentang nafs di Yunani selanjutnya menurun bersama dengan runtuhnya peradaban Yunani. Runtuhnya peradaban Yunani Romawi, memberi peluang kepada pemikir-pemikir Islam mengisi panggung sejarah. Melalui gerakan penerjemahan dan kemudian komentar serta karya orisinil yang dilakukan oleh para pemikir Islam terutama pada masa Dawlah Abbasiyah, esensi dari pemikiran Yunani diangkat dan diperkaya, dan selanjutnya melalui peradaban Islamlah Barat menemukan kembali kekayaan keilmuan yang telah hilang itu. Pemahaman tantang nafs oleh para ulama generasi pertama tidak diilhami dari pemikiran Yunani, tetapi dari al-Quran dan hadits. Kata nafs disebut alQuran lebih dari 300 kali. Demikian juga dalam hadits nafs banyak disebutkan. disebut alQuran dengan term lain, yaitu qalb, ‘aql, rûh dan bashirah. Dalam kaitannya dengan upaya membangun kesehatan mental manusia, kajian nafs yang berkembang bukan psikologi tetapi tasawuf dan akhlak, yakni ilmu yang menekankan nafs sebagai sifat tercela yang perlu disucikan (tazkiyah an nafs) agar menjadi nafs yang sehat (nafs muthma-innah) . Di sayap lain para failasuf Muslim juga terpengaruh oleh pemikiran Yunani dalam membahas nafs dan ruh sehingga kubu filsafat Islam diwakili oleh Ibn Rusyd, yang terlibat perdebatan akademik berkepanjangan dengan al-Ghazâli dari kubu Ilmu Kalam dan tasawuf. Dalam kurun waktu lebih dari tujuh abad, nafs dibahas di dunia Islam dalam kajian yang bersifat sufistik dan falsafi. Setelah dunia Islam jatuh dalam cengkeraman penjajahan Barat dan selanjutnya berada dalam di bawah pengaruh budaya sekuler Barat, banyak mahasiswa Muslim yang tergila-gila terhadap semua aspek peradaban yang datang dari Barat. Menurut Dr. Malik B. Badri, ada tiga fase perkembangan sikap psikolog muslim terhadap psikologi modern yang berasal dari Barat, yaitu (1) fase infantuasi, (2) fase rekonsiliasi dan (3) fase emansipasi. Pada fase pertama mahasiswa muslim tergila-gila kepada teori psikologi dan tekniknya yang memikat. Mereka mengikuti sepenuhnya teori-teori psikologi modern tanpa kritik. Pada fase kedua mereka sudah mulai mencocok-cocokkan apa yang ada dalam teori psikologi dengan apa yang ada dalam alQuran. Mereka beranggapan bahwa di antara keduanya tidak ada pertentangan. Pada fase terakhir, mereka makin bersifat kritis terhadap pandangan-pandangan psikologi modern dan mengalihkan perhatiannya pada alQuran, hadits dan khazanah klasik Islam yang ternyata juga membahas nafs dan manusia. Tentang khazanah klasik menurut Imam Abu Manshur al-Tha’libî, ditemukan ada lima puluh kata yang digunakan kaum Muslimin untuk menyatakan tingkat perkembangan manusia seperti janin, walid, radi’i, baligh, murahiq dan lain-lain. Pada akhirnya mereka mulai menyadari ketika mengkaji psikologi, mereka merasa sebagai Muslim yang psikolog, bukan psikolog yang kebetulan Muslim. Pandangan psikologi modern yang dipandang secara kritis terutama yang berhubungan dengan pandangan teori psikoanalisa dan behaviorisme karena kedua teori itu merendahkan martabat manusia sebagai hamba dan khalifah Allah, sementara teori yang humanistik dipandang mendekati pandangan Islam.
Ilmu adalah pemimpin amal
Mu’adz bin Jabal –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan itu berada di belakang setelah adanya ilmu.” (Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, hal. 15)Bukti Bahwa Ilmu Lebih Didahulukan daripada AmalanUlama hadits terkemuka, yakni Al Bukhari berkata, “Al ‘Ilmu Qoblal Qouli Wal ‘Amali (Ilmu Sebelum Berkata dan Berbuat)“. Perkataan ini merupakan kesimpulan yang beliau ambil dari firman Allah ta’ala, “Maka ilmuilah (ketahuilah) ! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu” (QS. Muhammad [47]: 19). Dalam ayat ini, Allah memulai dengan ‘ilmuilah’ lalu mengatakan ‘mohonlah ampun’. Ilmuilah yang dimaksudkan adalah perintah untuk berilmu terlebih dahulu, sedangkan ‘mohonlah ampun’ adalah amalan. Ini pertanda bahwa ilmu hendaklah lebih dahulu sebelum amal perbuatan. Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berdalil dengan ayat ini untuk menunjukkan keutamaan ilmu. Hal ini sebagaimana dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Al Hilyah ketika menjelaskan biografi Sufyan dari jalur Ar Robi’ bin Nafi’ darinya, bahwa Sufyan membaca ayat ini, lalu mengatakan, “Tidakkah engkau mendengar bahwa Allah memulai ayat ini dengan mengatakan ‘ilmuilah’, kemudian Allah memerintahkan untuk beramal?” (Fathul Bari, Ibnu Hajar, 1/108)Al Muhallab rahimahullah mengatakan, “Amalan yang bermanfaat adalah amalan yang terlebih dahulu didahului dengan ilmu. Amalan yang di dalamnya tidak terdapat niat, ingin mengharap-harap ganjaran, dan merasa telah berbuat ikhlas, maka ini bukanlah amalan (karena tidak didahului dengan ilmu, pen). Sesungguhnya yang dilakukan hanyalah seperti amalannya orang gila yang pena diangkat dari dirinya.“ (Syarh Al Bukhari libni Baththol, 1/144)Ibnul Munir rahimahullah berkata, “Yang dimaksudkan oleh Al Bukhari bahwa ilmu adalah syarat benarnya suatu perkataan dan perbuatan. Suatu perkataan dan perbuatan itu tidak teranggap kecuali dengan ilmu terlebih dahulu. Oleh sebab itulah, ilmu didahulukan dari ucapan dan perbuatan, karena ilmu itu pelurus niat. Niat nantinya yang akan memperbaiki amalan.” (Fathul Bari, 1/108)Keutamaan Luar Biasa Ilmu Syar’iSetelah kita mengetahui hal di atas, hendaklah setiap orang lebih memusatkan perhatiannya untuk berilmu terlebih dahulu daripada beramal. Semoga dengan mengetahui faedah atau keutamaan ilmu syar’i berikut akan membuat kita lebih termotivasi dalam hal ini. Pertama, Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu di akhirat dan di duniaDi akhirat, Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu beberapa derajat berbanding lurus dengan amal dan dakwah yang mereka lakukan. Sedangkan di dunia, Allah meninggikan orang yang berilmu dari hamba-hamba yang lain sesuai dengan ilmu dan amalan yang dia lakukan. Allah Ta’ala berfirman, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS Al Mujadalah: 11)Kedua, seorang yang berilmu adalah cahaya yang banyak dimanfaatkan manusia untuk urusan agama dan dunia meraka.Dalilnya, satu hadits yang sangat terkenal bagi kita, kisah seorang laki-laki dari Bani Israil yang membunuh 99 nyawa. Kemudian dia ingin bertaubat dan dia bertanya siapakah di antara penduduk bumi yang paling berilmu, maka ditunjukkan kepadanya seorang ahli ibadah. Kemudian dia bertanya kepada si ahli ibadah, apakah ada taubat untuknya. Ahli ibadah menganggap bahwa dosanya sudah sangat besar sehingga dia mengatakan bahwa tidak ada pintu taubat bagi si pembunuh 99 nyawa. Maka dibunuhlah ahli ibadah sehigga genap 100 orang yang telah dibunuh oleh laki-laki dari Bani Israil tersebut. Akhirnya dia masih ingin bertaubat lagi, kemudian dia bertanya siapakah orang yang paling berilmu, lalu ditunjukkan kepada seorang ulama. Dia bertanya kepada ulama tersebut, “Apakah masih ada pintu taubat untukku”. Maka ulama tersebut mengatakan bahwa masih ada pintu taubat untuknya dan tidak ada satupun yang menghalangi dirinya untuk bertaubat. Kemudian ulama tersebut menunjukkan kepadanya agar berpindah ke sebuah negeri yang penduduknya merupakan orang shalih, karena kampungnya merupakan kampung yang dia tinggal sekarang adalah kampung yang penuh kerusakan. Oleh karena itu, dia pun keluar meninggalkan kampung halamannya. Di tengah jalan sebelum sampai ke negeri yang dituju, dia sudah dijemput kematian.(HR. Bukhari dan Muslim). Kisah ini merupakan kisah yang sangat masyhur. Lihatlah perbedaan ahli ibadah dan ahli ilmu.Ketiga, Ilmu adalah Warisan Para NabiNabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka dia telah memperoleh keberuntungan yang banyak.” (HR Abu Dawud no. 3641 dan Tirmidzi no. 2682. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud dan Shohih wa Dho’if Sunan Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini shohih)Keempat, Orang yang Berilmu yang Akan Mendapatkan Seluruh KebaikanRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari dan Muslim) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Setiap orang yang Allah menghendaki kebaikan padanya pasti akan diberi kepahaman dalam masalah agama. Sedangkan orang yang tidak diberikan kepahaman dalam agama, tentu Allah tidak menginginkan kebaikan dan bagusnya agama pada dirinya.” (Majmu’ Al Fatawa, 28/80)Ilmu yang Wajib Dipelajari Lebih DahuluIlmu yang wajib dipelajari bagi manusia adalah ilmu yang menuntut untuk diamalkan saat itu, adapun ketika amalan tersebut belum tertuntut untuk diamalkan maka belum wajib untuk dipelajari. Jadi ilmu mengenai tauhid, mengenai 2 kalimat syahadat, mengenai keimanan adalah ilmu yang wajib dipelajari ketika seseorang menjadi muslim, karena ilmu ini adalah dasar yang harus diketahui.Kemudian ilmu mengenai shalat, hal-hal yang berkaitan dengan shalat, seperti bersuci dan lainnya, merupakan ilmu berikutnya yang harus dipelajari. Kemudian ilmu tentang hal-hal yang halal dan haram, ilmu tentang mualamalah dan seterusnya.Contohnya seseorang yang saat ini belum mampu berhaji, maka ilmu tentang haji belum wajib untuk ia pelajari saat ini. Akan tetapi ketika ia telah mampu berhaji, ia wajib mengetahui ilmu tentang haji dan segala sesuatu yang berkaitan dengan haji. Adapun ilmu tentang tauhid, tentang keimanan, adalah hal pertama yang harus dipelajari karena setiap amalan yang ia lakukan tentunya berkaitan dengan niat. Kalau niatnya dalam melakukan ibadah karena Allah maka itulah amalan yang benar. Adapun kalau niatnya karena selain Allah maka itu adalah amalan syirik. Ini semua jika dilatarbelakangi dengan aqidah dan tauhid yang benar.
Rabu, 27 Mei 2009
Energi penyembuhan dalam Quran
Kronologi Terapi Suara: Alfred Tomatis, seorang dokter warga negara Prancis, membuateksperimen-eksperim en selama lima puluh tahun mengenai indera manusia,dan ia membuat kesimpulan bahwa indera pendengaran merupakan indera yangpaling penting ! Ia menemukan bahwa pendengaran mengontrol seluruhtubuh, mengatur operasi-operasi vitalnya, keseimbangan, dan koordinasigerakan-gerakannya. Ia juga menemukan bahwa telinga mengontrol sistemsyaraf!Selama eksperimennya, ia menemukan bahwa syaraf pendengaran terhubungdengan seluruh otot tubuh, dan ini adalah alasan mengapa keseimbangandan fleksibilitas tubuh, serta indera penglihatan itu terpengaruh olehsuara. Telinga bagian dalam terhubung dengan seluruh organ tubuh sepertijantung, paru-paru, hati, perut, dan usus. Hal ini menjelaskan mengapafrekuensi-frekuensi suara itu memengaruhi seluruh tubuh.Pada tahun 1960, ilmuwan Swiss yang bernama Hans Jenny menemukan bahwasuara dapat memengaruhi berbagai Artikelal dan membentukpartikular-partikul arnya, dan bahwa masing-masing sel tubuh itu memilikisuaranya sendiri, dapat terpengaruh oleh suara, dan menyusun ulangArtikelal di dalamnya. Pada tahun 1974, peneliti Fabien Maman danSternheimer mengumumkan penemuan mengejutkan.Mereka menemukan bahwa setiap organ tubuh itu memiliki sistem vibrasinyasendiri, sesuai dengan hukum fisika. Beberapa tahun kemudian, Fabien danGrimal serta peneliti lain mengungkapkan bahwa suara dapat memengaruhisel-sel, khususnya sel kanker, dan bahwa suara-suara tertentu memilikiefek yang lebih kuat. Hal ajaib yang ditemukan dua peneliti itu adalahbahwa suara yang memiliki efek paling kuat pada sel-sel tubuh adalahsuara manusia itu sendiri!suara bergerak dari telinga ke otak dan memengaruhi sel-sel otak.Akhir-akhir ini para ilmuwan menemukan bahwa suara memiliki dayapenyembuh yang ajaib dan afek mengagumkan terhadap sel-sel otak, dimanaia bekerja untuk mengembalikan keseimbangan ke seluruh tubuh !Bacaan al-Qur'an memiliki efek luar biasa terhadap sel-sel dan dapatmengembalikan keseimbangan. Otak merupakan organ yang mengontrol tubuh,dan darinya muncul perintah untuk relaksasi organ-organ tubuh, khususnyasistem kekebalan tubuh.Fabian, seorang peneliti sekaligus musisi, meletakkan sel-sel darah daritubuh yang sehat dan menghadapkannya pada berbagai macam suara. Iamenemukan bahwa setiap not skala musik dapat memengaruhi medanelektromagnetik sel. Ketika ia memotret sel ini dengan kamera Kirlian,ia menemukan bahwa bentuk dan nilai medan elektromagnetik sel ituberubah sesuai dengan frekuensi-frekuensi suara dan tipe suara orangyang membaca. Kemudian ia membuat eksperimen lain dengan meletakkandarah orang sakit, memonitornya dengan kamera Kirlian, dan memintapasien untuk membuat berbagai macam suara. Ia menemukan, sesudahmemproses gambar, bahwa not tertentu dapat mengakibatkan perubahan padamedan elektromagnetiknya dan menggetarkannya secara seutuhnya denganmerespon suara pemiliknya.Akhirnya ia menyimpulkan bahwa ada not-not tertentu yang bisamemengaruhi sel-sel dan membuatnya lebih vital dan aktif, bahkanmeregenerasinya. Ia menarik suatu hasil yang penting: suara manusiamemiliki pengaruh yang kuat dan unik terhadap sel-sel tubuh; pengaruhini tidak ditemukan pada instrumen lain.Peneliti ini menyatakan, 'Suara manusia memiliki nada spiritual khususyang membuatnya menjadi sarana pengobatan yang paling kuat.' Fabienmenemukan bahwa beberapa suara dapat menghancurkan sel-sel kanker, danpada waktu yang sama dapat mengaktifkan sel-sel yang sehat.Sel kanker hancur hanya dengan frekuensi-frekuensi suara! Itulah mengapabacaan al-Qur'an memiliki pengaruh yang besar terhadap kanker yangpaling berbahaya dan penyakit yang sangat akut!Tetapi, apakah pengaruh ini hanya terbatas pada sel-sel? Jelas bahwasuara dapat memengaruhi segala sesuatu di sekitar kita. Inilah yangdibuktikan Masaru Emoto, ilmuwan Jepang, dalam eksperimennya terhadapair. Ia menemukan bahwa medan elektromagnetik pada molekul-molekul airitu sangat terpengaruh oleh suara, dan ada suara-suara tertentu yangmemengaruhi molekul dan membuatnya lebih teratur.Apabila kita mengingat bahwa 70% tubuh manusia itu adalah air, makasuara yang didengar manusia itu memengaruhi keteraturan molekul-molekulair pada sel-sel tubuh, dan juga memengaruhi molekul-molekul itubergetar, sehingga dapat memengaruhi kesehatannya.Para peneliti lain mengonfirmasi bahwa suara manusia dapat mengobatibanyak macam penyakit termasuk kanker. Para terapis juga menyetujuibahwa ada suara-suara tertentu yang lebih efektif dan memiliki kekuatanpenyembuh, khususnya dalam meningkatkan sistem kekebatan tubuh.Bentuk molekul air berubah ketika dihadapkan pada suara. Jadi, suara itu berpengaruh sangat besar terhadap air yang kita minum.Apabila Anda membacakan al-Qur'an pada air, maka karakteristiknya akanberubah dan air itu akan mentransfer efek-efek al-Qur'an itu kepadasetiap sel dalam tubuh, sehingga mengakibatkannya sembuh. Dalam gambarkita melihat molekul air yang didinginkan. Medan elektromagnetik disekitar molekul ini berubah secara kontinu disebabkan efek suara.Bagaimana al-Qur'an mengobati? Sekarang, mari kita jawab pertanyaan penting: apa yang terjadi padasel-sel tubuh dan bagaimana suara itu bisa mengobati? Bagaimana suaraini berpengaruh pada sel-sel yang rusak dan mengembalikankeseimbangannya? Dengan kata lain, bagaimana mekanisme pengobatannya?Para dokter selalu mencari jalan untuk menghancurkan beberapa virus.Apabila kita berbicara tentang mekanisme virus ini, apa yang membuatnyabergerak dan menemukan jalannya kepada sel? Siapa yang memberi virus ituinformasi sehingga bisa menyerang sel dan berkembang biak di dalamnya?Apa yang menggerakkan sel-sel untuk menyerang virus agarmenghancurkannya, sementara ia lemah terhadap virus lain?Gambar: Virus dan kuman juga bergetar dan sangat terpengaruh olehvibrasi suara, khususnya suara bacaan al-Qur'an. Suara al-Qur'an dapatmenghentikan mereka, dan pada waktu yang sama meningkatkan aktivitassel-sel sehat dan membangkitkan program yang terkacaukan di dalamnyaagar siap bertempur melawan virus dan kuman.Bacaan al-Qur'an itu terdiri dari sekumpulan frekuensi yang sampai ketelinga, lalu bergerak ke sel-sel otak, dan memengaruhinya melalui medanelektronik, lalu frekuensi-frekuensi tersebut mengaktifkan sel-sel.Sel-sel akan merespon medan itu dan memodifikasi vibrasi-vibrasinya.Perubahan pada vibrasi inilah yang kita rasakan dan pahami sesudahmengalami dan mengulangi.Ini merupakan sistem alamiah yang diberikan Allah pada sel-sel otak. Inimerupakan sistem keseimbangan yang natural. Inilah yang difirmankanAllah kepada kita di dalam al-Qur'an al-Karim, 'Maka hadapkanlah wajahmudengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yangtelah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan padafitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidakmengetahui.' (ar-Rum: 30)Gambar: Gambaran riil sel darah yang dihadapkan pada suara sehinggamedan elektromagnetik di sekitarnya berubah. Suara bacaan al-Qur'anmembuat sel menjadi lebih kuat untuk melawan virus dan kerusakan akibatpenyakit menular.Ayat-Ayat Obat Setiap ayat dalam al-Qur'an memiliki daya penyembuh untuk penyakittertentu. Tetapi yang ditekankan Rasulullah saw adalah beberapa suratdan ayat tertentu, seperti membaca al-Fatihah 7 kali, membaca ayatKursi, dua ayat terakhir surat surat al-Baqarah, dan tiga surat terakhiral-Qur'an.Anda juga memilih ayat-ayat yang sesuai untuk mengobati penyakit Anda.Sebagai contoh, jika anda merasa gelisah, maka fokuskan pada bacaansurat asy-Syarh. Dan jika Anda sakit kepala, maka bacalah ayat:.......sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung,pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepadaAllah. Dan perumpamaan- perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supayamereka berpikir.' (al-Hasyr: 21)Nabi saw membaca ta'awudz ratusan kali setiap hari. Beliau memohonkepada Allah untuk melindunginya dari berbagai hal buruk, termasukpenyakit. Kita juga sangat dianjurkan untuk membaca surat al-Falaq danan-Nas setiap hari. Semoga Allah menjadikan al-Qur'an sebagai obat bagikita dari setiap penyakit, lahirdanbatinKronologi Terapi Suara: Alfred Tomatis, seorang dokter warga negara Prancis, membuateksperimen-eksperim en selama lima puluh tahun mengenai indera manusia,dan ia membuat kesimpulan bahwa indera pendengaran merupakan indera yangpaling penting ! Ia menemukan bahwa pendengaran mengontrol seluruhtubuh, mengatur operasi-operasi vitalnya, keseimbangan, dan koordinasigerakan-gerakannya. Ia juga menemukan bahwa telinga mengontrol sistemsyaraf!Selama eksperimennya, ia menemukan bahwa syaraf pendengaran terhubungdengan seluruh otot tubuh, dan ini adalah alasan mengapa keseimbangandan fleksibilitas tubuh, serta indera penglihatan itu terpengaruh olehsuara. Telinga bagian dalam terhubung dengan seluruh organ tubuh sepertijantung, paru-paru, hati, perut, dan usus. Hal ini menjelaskan mengapafrekuensi-frekuensi suara itu memengaruhi seluruh tubuh.Pada tahun 1960, ilmuwan Swiss yang bernama Hans Jenny menemukan bahwasuara dapat memengaruhi berbagai Artikelal dan membentukpartikular-partikul arnya, dan bahwa masing-masing sel tubuh itu memilikisuaranya sendiri, dapat terpengaruh oleh suara, dan menyusun ulangArtikelal di dalamnya. Pada tahun 1974, peneliti Fabien Maman danSternheimer mengumumkan penemuan mengejutkan.Mereka menemukan bahwa setiap organ tubuh itu memiliki sistem vibrasinyasendiri, sesuai dengan hukum fisika. Beberapa tahun kemudian, Fabien danGrimal serta peneliti lain mengungkapkan bahwa suara dapat memengaruhisel-sel, khususnya sel kanker, dan bahwa suara-suara tertentu memilikiefek yang lebih kuat. Hal ajaib yang ditemukan dua peneliti itu adalahbahwa suara yang memiliki efek paling kuat pada sel-sel tubuh adalahsuara manusia itu sendiri!suara bergerak dari telinga ke otak dan memengaruhi sel-sel otak.Akhir-akhir ini para ilmuwan menemukan bahwa suara memiliki dayapenyembuh yang ajaib dan afek mengagumkan terhadap sel-sel otak, dimanaia bekerja untuk mengembalikan keseimbangan ke seluruh tubuh !Bacaan al-Qur'an memiliki efek luar biasa terhadap sel-sel dan dapatmengembalikan keseimbangan. Otak merupakan organ yang mengontrol tubuh,dan darinya muncul perintah untuk relaksasi organ-organ tubuh, khususnyasistem kekebalan tubuh.Fabian, seorang peneliti sekaligus musisi, meletakkan sel-sel darah daritubuh yang sehat dan menghadapkannya pada berbagai macam suara. Iamenemukan bahwa setiap not skala musik dapat memengaruhi medanelektromagnetik sel. Ketika ia memotret sel ini dengan kamera Kirlian,ia menemukan bahwa bentuk dan nilai medan elektromagnetik sel ituberubah sesuai dengan frekuensi-frekuensi suara dan tipe suara orangyang membaca. Kemudian ia membuat eksperimen lain dengan meletakkandarah orang sakit, memonitornya dengan kamera Kirlian, dan memintapasien untuk membuat berbagai macam suara. Ia menemukan, sesudahmemproses gambar, bahwa not tertentu dapat mengakibatkan perubahan padamedan elektromagnetiknya dan menggetarkannya secara seutuhnya denganmerespon suara pemiliknya.Akhirnya ia menyimpulkan bahwa ada not-not tertentu yang bisamemengaruhi sel-sel dan membuatnya lebih vital dan aktif, bahkanmeregenerasinya. Ia menarik suatu hasil yang penting: suara manusiamemiliki pengaruh yang kuat dan unik terhadap sel-sel tubuh; pengaruhini tidak ditemukan pada instrumen lain.Peneliti ini menyatakan, 'Suara manusia memiliki nada spiritual khususyang membuatnya menjadi sarana pengobatan yang paling kuat.' Fabienmenemukan bahwa beberapa suara dapat menghancurkan sel-sel kanker, danpada waktu yang sama dapat mengaktifkan sel-sel yang sehat.Sel kanker hancur hanya dengan frekuensi-frekuensi suara! Itulah mengapabacaan al-Qur'an memiliki pengaruh yang besar terhadap kanker yangpaling berbahaya dan penyakit yang sangat akut!Tetapi, apakah pengaruh ini hanya terbatas pada sel-sel? Jelas bahwasuara dapat memengaruhi segala sesuatu di sekitar kita. Inilah yangdibuktikan Masaru Emoto, ilmuwan Jepang, dalam eksperimennya terhadapair. Ia menemukan bahwa medan elektromagnetik pada molekul-molekul airitu sangat terpengaruh oleh suara, dan ada suara-suara tertentu yangmemengaruhi molekul dan membuatnya lebih teratur.Apabila kita mengingat bahwa 70% tubuh manusia itu adalah air, makasuara yang didengar manusia itu memengaruhi keteraturan molekul-molekulair pada sel-sel tubuh, dan juga memengaruhi molekul-molekul itubergetar, sehingga dapat memengaruhi kesehatannya.Para peneliti lain mengonfirmasi bahwa suara manusia dapat mengobatibanyak macam penyakit termasuk kanker. Para terapis juga menyetujuibahwa ada suara-suara tertentu yang lebih efektif dan memiliki kekuatanpenyembuh, khususnya dalam meningkatkan sistem kekebatan tubuh.Bentuk molekul air berubah ketika dihadapkan pada suara. Jadi, suara itu berpengaruh sangat besar terhadap air yang kita minum.Apabila Anda membacakan al-Qur'an pada air, maka karakteristiknya akanberubah dan air itu akan mentransfer efek-efek al-Qur'an itu kepadasetiap sel dalam tubuh, sehingga mengakibatkannya sembuh. Dalam gambarkita melihat molekul air yang didinginkan. Medan elektromagnetik disekitar molekul ini berubah secara kontinu disebabkan efek suara.Bagaimana al-Qur'an mengobati? Sekarang, mari kita jawab pertanyaan penting: apa yang terjadi padasel-sel tubuh dan bagaimana suara itu bisa mengobati? Bagaimana suaraini berpengaruh pada sel-sel yang rusak dan mengembalikankeseimbangannya? Dengan kata lain, bagaimana mekanisme pengobatannya?Para dokter selalu mencari jalan untuk menghancurkan beberapa virus.Apabila kita berbicara tentang mekanisme virus ini, apa yang membuatnyabergerak dan menemukan jalannya kepada sel? Siapa yang memberi virus ituinformasi sehingga bisa menyerang sel dan berkembang biak di dalamnya?Apa yang menggerakkan sel-sel untuk menyerang virus agarmenghancurkannya, sementara ia lemah terhadap virus lain?Gambar: Virus dan kuman juga bergetar dan sangat terpengaruh olehvibrasi suara, khususnya suara bacaan al-Qur'an. Suara al-Qur'an dapatmenghentikan mereka, dan pada waktu yang sama meningkatkan aktivitassel-sel sehat dan membangkitkan program yang terkacaukan di dalamnyaagar siap bertempur melawan virus dan kuman.Bacaan al-Qur'an itu terdiri dari sekumpulan frekuensi yang sampai ketelinga, lalu bergerak ke sel-sel otak, dan memengaruhinya melalui medanelektronik, lalu frekuensi-frekuensi tersebut mengaktifkan sel-sel.Sel-sel akan merespon medan itu dan memodifikasi vibrasi-vibrasinya.Perubahan pada vibrasi inilah yang kita rasakan dan pahami sesudahmengalami dan mengulangi.Ini merupakan sistem alamiah yang diberikan Allah pada sel-sel otak. Inimerupakan sistem keseimbangan yang natural. Inilah yang difirmankanAllah kepada kita di dalam al-Qur'an al-Karim, 'Maka hadapkanlah wajahmudengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yangtelah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan padafitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidakmengetahui.' (ar-Rum: 30)Gambar: Gambaran riil sel darah yang dihadapkan pada suara sehinggamedan elektromagnetik di sekitarnya berubah. Suara bacaan al-Qur'anmembuat sel menjadi lebih kuat untuk melawan virus dan kerusakan akibatpenyakit menular.Ayat-Ayat Obat Setiap ayat dalam al-Qur'an memiliki daya penyembuh untuk penyakittertentu. Tetapi yang ditekankan Rasulullah saw adalah beberapa suratdan ayat tertentu, seperti membaca al-Fatihah 7 kali, membaca ayatKursi, dua ayat terakhir surat surat al-Baqarah, dan tiga surat terakhiral-Qur'an.Anda juga memilih ayat-ayat yang sesuai untuk mengobati penyakit Anda.Sebagai contoh, jika anda merasa gelisah, maka fokuskan pada bacaansurat asy-Syarh. Dan jika Anda sakit kepala, maka bacalah ayat:.......sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung,pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepadaAllah. Dan perumpamaan- perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supayamereka berpikir.' (al-Hasyr: 21)Nabi saw membaca ta'awudz ratusan kali setiap hari. Beliau memohonkepada Allah untuk melindunginya dari berbagai hal buruk, termasukpenyakit. Kita juga sangat dianjurkan untuk membaca surat al-Falaq danan-Nas setiap hari. Semoga Allah menjadikan al-Qur'an sebagai obat bagikita dari setiap penyakit, lahirdanbatin
Langganan:
Postingan (Atom)